Informasi yang didapat Radar Bromo, kecelakaan itu dialami rombongan jamiyah salawat Annabawi. Kecelakaan terjadi selepas waktu berbuka puasa. Kronologi kejadian itu bermula ketika pikap Daihatsu Gran Max dengan nopol N 8574 TJ baru keluar dari jalan Desa Sumberbanteng.
Mereka hendak pulang ke Desa Pajaran setelah mengikuti acara maulid habsy. Setelah keluar dari jalan Sumberbanteng, rombongan tersebut lalu berbelok ke kiri. Menuju arah Purwosari. Mereka hendak melintasi jalan Wonorejo-Rembang.
Namun tidak jauh setelah memasuki jalan provinsi, pikap tersebut adu banteng dengan truk TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur 10. Kejadiannya berlangsung persis di depan pabrik Pocari. Tepatnya di Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan.
Pasi Intel Batalyon Zeni Tempur 10 Letda Czi Roni Rohmadoni Kurniawan menjelaskan kecelakaan tersebut saat pengemudi truk tersebut hendak pulang setelah menjemput anggota yang baru dinas jaga di Singosari. Saat kejadian truk itu sudah berada di jalurnya. Sedangkan posisi pikap menyerempet bagian kanan truk.
”Sehingga kepala truk tersangkut bak pikap setelah serempetan dengan kabin,” katanya.
Benturan keras mengakibatkan bodi pikap bagian depan sisi kanan ringsek. Kondisi itu membuat para penumpang yang duduk di bak sisi kanan terluka parah. Ada delapan penumpang di dalamnya. Seorang penumpang bernama Toha tewas sesaat setelah kejadian.
Sementara penumpang yang lain, Idris, meninggal setelah mendapat perawatan medis. Dia sempat dilarikan ke RSUD dr. R. Soedarsono. Namun nyawanya tak tertolong ketika dirujuk ke RSSA Malang. Sehingga ada dua korban yang tewas dalam kejadian itu. Tiga penumpang yang lain dalam kondisi kritis. (tom/fun) Editor : Fandi Armanto