Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dipakai Salat atau Aktivitas, Sarung Tetap Harus Dipisah

Ronald Fernando • Sabtu, 1 April 2023 | 14:56 WIB
SEPERTI SANTRI: Pegawai di Dispendik yang bersarung, di depan kantornya Jumat (31/3) pagi. Inset, Abdullah Sodiq, Ketua MUI Kota Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
SEPERTI SANTRI: Pegawai di Dispendik yang bersarung, di depan kantornya Jumat (31/3) pagi. Inset, Abdullah Sodiq, Ketua MUI Kota Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
SARUNG memang sudah menjadi bagian tradisi dari masyarakat Indonesia. Bukan hanya bagi umat muslim. Mengenakan sarung multifungsi. Namun penggunannya harus dibedakan. Antara saat ibadah atau ketika menjalankan aktivitas lain. 

Harus dibedakan karena penggunaan sarung untuk ibadah, harus bersih dari janis. Pengertian najis sendiri adalah kotoran yang menjijikkan. Tetapi bukan berarti semua yang menjijikan dikategorikan najis.

“Air ludah, sperma, dan ingus. Ini menjijikan tapi tidak najis,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pasuruan Abdullah Sodiq memberi contoh.

Lalu seperti apa najis yang menjijikan? Kotoran yang keluar dari manusia, darah, kencing dan lainnya. Ini dapat membatalkan wudu manusia. 

Begitu juga dengan pakaian, terutama sarung. Memang sarung ciri khas pakaian pesantren yang multifungsi. Bisa digunakan untuk tidur, dipakai untuk jalan-jalan, bahkan bermain sepak bola. 

Namun untuk menentukan kesuciannya pakaian tersebut, itu tergantung dari yang mengenakannya. “Memang tidak semua kotoran itu najis. Namun alangkah baiknya, penggunaan sarung untuk salat dan aktivitas lainnya, harus  dipisah,” katanya.

Senada disampaikan Katib PCNU Kota Pasuruan Mundzir Thuhri Am. Dia menjelaskan, selama sarung itu diyakini suci boleh digunakan untuk santai, tidur, kerja, bepergian dan salat.

Tapi alangkah baiknya memang harus ada pemilahan sarung untuk salat dan aktivitas lainnya. Semuanya kembali ke pemakai sarung. Selama dikenakan, ada najis yang menempel apa tidak. (zen/fun) Editor : Ronald Fernando
#bersarung #pemkab pasuruan #mui soal sarung #hari sarung nasional