“Uji coba yang dilakukan tidak ada kendala. Semua payung berhasil mengembang dengan sempurna. Setiap mesin hidrolis yang berfungsi menggerakkan kerangka payung itu juga sudah teraliri listrik,” terang Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan Basuki.
Dengan selesainya pemasangan membran dan dilanjutkan uji coba, saat ini progres pekerjaan proyek senilai Rp 17 miliar itu naik signifikan. Sebab, memang pekerjaan mayor dalam proyek itu adalah pembangunan enam unit payung yang beroperasi dengan mesin hidrolis.
”Sekarang progresnya sudah naik sampai 98 persen. Pemasangan payungnya sudah masuk tahap finishing. Pekerjaan mayornya sudah selesai,” kata Basuki kemarin (25/12).
Saat ini sisa pekerjaan payung itu hanya berupa ornamen-ornamen yang berfungsi untuk menambah estetika bangunan. Termasuk menyempurnakan performa membran agar lebih rapi. Terutama ketika dalam kondisi tertutup.
Namun, ada pekerjaan yang masih dikejar pelaksana. Yakni, pemasangan lantai granit.
”Tahap ini juga sebagian besar sudah diselesaikan. Progresnya terus berjalan,” katanya.
Bahkan, pelaksana saat ini mengerahkan 30 pekerja untuk menyelesaikan sisa pekerjaan tersebut selama 30 hari setelah perpanjangan. Batas akhir kontrak itu sendiri yaitu 20 Desember. Namun, karena belum selesai pelaksana diberi perpanjangan masa kontrak selama 30 hari.
Kendati demikian, Basuki mengaku optimistis pekerjaan bisa selesai sebelum perpanjangan masa kontrak berakhir. ”Target kami tetap bulan ini bisa selesai semua,” pungkasnya. (tom/hn) Editor : Ronald Fernando