Ps Kanit Kamsel Satlantas Aipda Breni Raharjo menyayangkan adanya bekas galian yang belum ditambal itu. Menurut dia, seharusnya, pelaksana proyek segera menutup lubang itu setelah menggali aspal jalan. Apalagi, pekerjaan jargas sudah rampung.
”Pekerjaannya sudah selesai. Tapi, kami survei, ada yang belum ditambal," tuturnya.
Beni menyatakan, juga menemukan penambalan aspal jalan yang terkesan asal-asalan. Tidak ada pengerasan dulu. Jadi, meski sudah diaspal, jalan masih rusak lagi. terjadi lubang lagi.
"Bekas galian PGN ini tidak ada pengerasan. Setelah diaspal, ambles. Ini asal-asalan. Yang penting ditambal," ungkapnya.
Seorang petugas pelaksana pekerjaan dari PGN mengatakan, hasil survei yang dilaksanakan kepolisian dan Dinas PU Bina Marga serta tim pelaksana pekerjaan menyebutkan, hanya ada dua jalan yang perlu diperbaiki. Itu pun tidak seluruhnya.
"Ada dua jalan, yaitu Jalan Wahidin dan Panglima Sudirman," kata petugas yang enggan disebutkan namanya itu. Menurut dia, jalan bekas galian yang bermasalah tersebut bukan galian PGN, melainkan pekerjaan jargas tahun 2021.
”Masih dalam masa pemeliharaan itu,” terangnya. (sid/far) Editor : Ronald Fernando