Kondisi ini sangat disayangkan oleh Ihsan Khoiri. Ketua Himpunan Pemerhati dan Pecinta Lingkungan (HP2L) Kota Pasuruan ini menyebut ia prihatin pada banyaknya trotoar di Kota Pasuruan yang rusak. Utamanya di wilayah utara sekitar pelabuhan.
Kerusakan ini diduga dikarenakan alih fungsi. Rata rata ia melihat trotoar digunakan sebagai lokasi membangun warung semi permanen hingga remaja nongkrong saat sore hingga dini hari. Akibatnya bangunan trotoar menjadi tidak terawat. Ini membuat pemadangan yang kurang bagus bagi wajah perkotaan.
"Di seputar alun-alun juga sama. Rusak dan tidak digunakan semestinya. Perlu perhatian dari pemkot agar tidak merembet ke lokasi lainnya," jelasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan, Gustap Purwoko membenarkan banyaknya trotoar yang sering rusak karena digunakan seenaknya. Paling sering PUPR melihat kendaraan roda dua parkir di atas trotoar. Padahal ini bisa membuat trotoar menjadi cepat rusak.
"Kalau ketahuan, pasti kami tegur dan kami peringatkan agar di pindah ke lokasi semestinya. Untuk pelabuhan tanggung jawab perbaikan di Pelindo," sebutnya. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin