Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Upaya Kelurahan Mayangan Selamatkan Industri Logam, Rencanakan Kampung Logam

Jawanto Arifin • Rabu, 13 November 2019 | 18:00 WIB
Photo
Photo
Wilayah utara Kota Pasuruan identik sebagai kawasan nelayan. Namun, juga terkenal sebagai kawasan logam. Salah satunya di Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo.

-------------------

Kualitas produk industri logam rumahan di Kelurahan Mayangan tidak kalah bagusnya dengan bikinan industri besar. Namun, seiring waktu, semakin banyak industri logam rumahan yang gulung tikar. Karenanya, rencana pembangunan Kampung Logam diharapkan mampu menghidupkan kembali kejayaan logam di Kelurahan Mayangan

Menyusuri Kelurahan Mayangan akan dengan mudah menemukan bengkel (besali) atau industri logam rumahan. Hampir setiap bagian belakang rumah warga difungsikan sebagai besali. Sebagian lagi memanfaatkan bagian depan rumah. Aktivitas pembuatan logam masih menggunakan teknik tradisional yang mana logam dilelehkan dengan tungku api lalu dicetak dalam cetakan yang terbuat dari tanah liat.

Meski masih menggunakan teknik tradisional, tapi kualitas produk para perajin tidak kalah dengan buatan industri skala besar. Contohnya, ornamen di Taman Bungkul Kota Surabaya seperti bangku taman, tiang lampu, dipesan ke industri logam di Kelurahan Mayangan.

Photo
Photo
KUALITAS SAMA DENGAN PABRIKAN: Industri logam rumahan di Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, yang dikerjakan menggunakan teknik tradisional kualitasnya tidak kalah dengan bikinan pabrik. (Foto: Kelurahan Mayangan for Radar Bromo)

 

Salah satu pemilik industri logam rumahan di RT 3/RW 5, Kelurahan Mayangan, Agus Salim, 47, mengatakan meski hanya industri rumahan, para pekerjanya mampu melayani segala macam pesanan. “Kualitas logam bikinan kami tidak kalah dengan pabrikan. Jika produk kami tidak bisa diterima pasar, kami tidak akan bertahan sampai sekian generasi. Kami bertahan hingga sekian generasi adalah bukti bahwa kualitas logam kami diakui,” ujarnya.

Karenanya, menurut Agus, rencana pembentukan Kampung Logam diharapkan mampu mengangkat kembali nama logam Mayangan. “Industri di sini (Kelurahan Mayangan) bisa ke teknik ataupun ke kerajinan seperti di Jogja. Kalau memang bisa direalisasikan adanya Kampung Logam, saya mengusulkan ada gapura yang menunjukan kemampuan industri logam di sini. Misalnya, nanti diimplementasikan dari materialnya,” ujar lelaki yang juga menjabat sebagai ketua RT itu.

Plt Lurah Mayangan H. Yoyok, S.E. berharap berdirinya Kampung Logam di kelurahannya. “Dukungan sering kami sampaikan melalui Musrenbangkel kepada perangkat daerah untuk menciptakan Kampung Logam. Harapannya, agar nama logam Mayangan tidak semakin hilang,” ujarnya. (lel/*)

 

Pemberdayaan Ekonomi Mandiri lewat Produk Makanan-Minuman

Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, memiliki produk makanan dan minuman (mamin) bermerek Mayangsari. Merek itu dipilih untuk mengangkat nama Kelurahan Mayangan. Beragam produk telah dihasilkan. Seperti rengginang, kerupuk ikan, dan minuman seperti sinom dan jamu Kebonagung. Semuanya sukses menjadi penghasilan tambahan bagi ibu-ibu

Salah satunya usaha mamin milik Anik Zulaihah. Usianya memang masih seumur jagung. Sejak sekitar dua tahun lalu. Industri logam yang kian sepi order menjadikan Anik berinisiatif mencari penghasilan tambahan.

Anik yang aktif sebagai kader puskesmas dan aktif di kegiatan kelurahan lainnya, kemudian mencoba membuat rengginang. Ternyata, mendapatkan sambutan hangat. Rengginang dan berbagai produk minuman bikinan Anik banjir pesanan.

Photo
Photo
DUKUNGAN: Plt Lurah Mayangan H. Yoyok, S.E. (tiga dari kiri) bersama perwakilan industri logam dan makanan minuman rumahan berfoto bersama staf kelurahan. Kelurahan Mayangan berkomitmen memberikan dukungan kepada perkembangan industri logam dan UKM di Kelurahan Mayangan. (Foto: Kelurahan Mayangan for Radar Bromo)

 

“Produk bikinan saya tanpa bahan pengawet. Untuk rengginang tidak perlu dijemur, tapi langsung mengembang saat digoreng. Dulu awalnya per bulan pesanan sekitar 4 kilogram, sekarang bisa puluhan kilogram,” ujar Anik.

Perlahan-lahan usaha rumahannya mampu menarik tenaga kerja tambahan. “Kalau ada orang nganggur saya ajak. Alhamdulillah dari usaha ini bisa ada tambahan untuk kebutuhan rumah tangga. Kalau dulu hanya menadah ke suami,” ujar Anik.

Plt Lurah Mayangan H. Yoyok, S.E. mengatakan yang diperlukan saat ini bantuan modal untuk pemberdayaan usaha mamin seperti yang dirintis Anik. Ia berharap hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah daerah. “Mereka butuh tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Apalagi jika pesanan semakin bertambah. Semoga menjadi perhatian perangkat daerah terkait,” ujarnya. (lel/*)

Photo
Photo
PRODUK MAMIN: Anik Zulaihah bersama Plt Lurah Mayangan H. Yoyok, S.E. menujukkan produk makanan dan minuman seperti rengginang, kerupuk ikan, sinom, dan lainnya. (Foto: Kelurahan Mayangan for Radar Bromo)

  Editor : Jawanto Arifin
#kelurahan inspiratif #kelurahan mayangan #kecamatan panggungrejo