Semula, Baznas menarget selama 2018 bisa memperoleh Rp 1,320 miliar. Target itu terbagi dalam semester I Rp 660 juta dan semester II Rp 660 juta. Namun, perolehan selama semester pertama 2018 mencapai Rp 827,117 juta. Sehingga, memasuki semester kedua target dinaikkan menjadi Rp 1,4 miliar.
Pelaksana Bagian Perencanaan Baznas Kabupaten Pasuruan Imam Istijab mengatakan, pada semester kedua 2018, Baznas sudah mulai melakukan pembagian zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat. Bantuan itu berupa sembako bagi warga lanjut usia (lansia) miskin dan bantuan modal usaha. “Di semester kedua ini kami akan lakukan beberapa kali pembagian,” ujarnya.
Menurut Imam, di periode awal semester II, Baznas sudah mendapatkan zakat, infak, dan sedekah Rp 200 juta. Semua itu nantinya akan disalurkan kepada yang berhak di sejumlah daerah di Kabupaten Pasuruan.
Imam mengatakan, pada semester awal tahun ini, pihaknya menarget mendapatkan Rp 660 juta. Namun, mampu mencapai Rp 827,117 juta. Tingginya peneriman dari target ini karena terdongkrak bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.
Menurutnya, saat itu banyak warga, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengeluarkan zakat, infak, dan sekedah. “Sehingga, sampai akhir tahun ini kami targetkan total bisa terkumpul Rp 1,4 miliar. Dengan rincian, Rp 827 juta sudah didapatkan di semester pertama. Sedangkan, semester kedua ditarget Rp 660 juta,” ujarnya. (eka/fun) Editor : Fandi Armanto