alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Warga Wilayah Timur Kab Pasuruan Keluhkan Zonasi Layanan BPJS

Sistem zonasi ini merugikan warga. Sebab salah seorang kerabatnya harus tertunda untuk kontrol akibat sistem ini. Karena takut terlambat, ia pun langsung membawa kerabatnya itu ke klinik mata di Grati yang tidak bisa dikover oleh BPJS Kesehatan.

“Ini jelas memberatkan. Sebab masyarakat harus mengeluarkan biaya karena tidak bisa dikover BPJS. Menunggu antrean rujukan juga lama. Untungnya pihak desa ikut membantu biaya,” terang Huda.

Dalam audiensi itu, Luqman Hakim menyebut jika BPJS Kesehatan melalui Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan, Sinta Febriana menyampaikan apresiasinya pada keluhan masyarakat ini. Ia berjanji akan menyampaikan hal ini pada Kepala Cabang BPJS Kesehatan, Diah. Termasuk menyampaikan evaluasi pada layanan BPJS yang sudah bekerja sama dengan pihak rumah sakit yang belum maksimal.

“Kata pihak BPJS, keluhan daftar tunggu lama di RSUD Bangil dan tidak tersedianya layanan operasi mata di RSUD Grati akan menjadi bahan evaluasi. Pihak BPJS juga akan mengajak rumah sakit swasta bergabung dengan BPJS untuk memberikan pelayanan pada masyarakat,” pungkasnya.

Jawa Pos Radar Bromo sudah berupaya meminta konfirmasi langsung dari BPJS Kesehatan. Namun kepala cabang BPJS Pasuruan, Dyah Miryanti sedang tidak ada di tempat. Salah seorang pegawai BPJS, Anang yang menemui wartawan Radar Bromo, malah meminta agar wartawan ini menanyakan jawabannya pada perwakilan yang ikut audiensi.

“Mohon maaf karena pandemi kami harus membatasi. Ibu Dyah saat ini sedang tidak ada di tempat,” sebutnya. (riz/fun)

Sistem zonasi ini merugikan warga. Sebab salah seorang kerabatnya harus tertunda untuk kontrol akibat sistem ini. Karena takut terlambat, ia pun langsung membawa kerabatnya itu ke klinik mata di Grati yang tidak bisa dikover oleh BPJS Kesehatan.

“Ini jelas memberatkan. Sebab masyarakat harus mengeluarkan biaya karena tidak bisa dikover BPJS. Menunggu antrean rujukan juga lama. Untungnya pihak desa ikut membantu biaya,” terang Huda.

Dalam audiensi itu, Luqman Hakim menyebut jika BPJS Kesehatan melalui Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan, Sinta Febriana menyampaikan apresiasinya pada keluhan masyarakat ini. Ia berjanji akan menyampaikan hal ini pada Kepala Cabang BPJS Kesehatan, Diah. Termasuk menyampaikan evaluasi pada layanan BPJS yang sudah bekerja sama dengan pihak rumah sakit yang belum maksimal.

“Kata pihak BPJS, keluhan daftar tunggu lama di RSUD Bangil dan tidak tersedianya layanan operasi mata di RSUD Grati akan menjadi bahan evaluasi. Pihak BPJS juga akan mengajak rumah sakit swasta bergabung dengan BPJS untuk memberikan pelayanan pada masyarakat,” pungkasnya.

Jawa Pos Radar Bromo sudah berupaya meminta konfirmasi langsung dari BPJS Kesehatan. Namun kepala cabang BPJS Pasuruan, Dyah Miryanti sedang tidak ada di tempat. Salah seorang pegawai BPJS, Anang yang menemui wartawan Radar Bromo, malah meminta agar wartawan ini menanyakan jawabannya pada perwakilan yang ikut audiensi.

“Mohon maaf karena pandemi kami harus membatasi. Ibu Dyah saat ini sedang tidak ada di tempat,” sebutnya. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/