alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Warga Wilayah Timur Kab Pasuruan Keluhkan Zonasi Layanan BPJS

PURWOREJO, Radar Bromo – Sejumlah perwakilan masyarakat dari wilayah Pasuruan timur mendatangi kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pasuruan. Mereka mengeluhkan sistem zonasi yang diberlakukan dalam layanan BPJS.

Kondisi ini membuat masyarakat yang ingin berobat harus mengikuti rujukan berjenjang. Akibatnya mereka harus menunggu antrean hingga berbulan-bulan. Mereka terpaksa harus berobat ke rumah sakit swasta yang tidak terkover BPJS.

Keluhan ini disampaikan oleh 10 perwakilan masyarakat sekitar pukul 13.00. Ada Kades Minggir, Kecamatan Winongan, Fauzan; Kades Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Abdul Kodir; dan aktivis LSM Garda Pantura, Luqman Hakim serta beberapa pasien yang merasa dirugikan dengan sistem zonasi ini.

Sedikitnya 39 warga di lima desa di tiga kecamatan yang dirugikan dengan sistem zonasi dalam layanan BPJS ini. Yakni Desa Minggir, Kecamatan Winongan; Desa Kalirejo, Kecamatan Gondang wetan; Desa Tampung dan Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok. Mayoritas mereka adalah pasien dengan keluhan mata. Dan harus melakukan operasi mata untuk pengobatan.

Luqman menyebut sistem zonasi yang diberlakukan oleh BPJS harus dikaji ulang. Sebab layanan ini merugikan pasien yang memerlukan pengobatan segera. Karena mereka berada di wilayah timur, maka pasien ini dirujuk dahulu ke RSUD Grati Kabupaten Pasuruan.

Namun rumah sakit milik pemerintah ini belum memiliki alat kelengkapan untuk operasi mata. Sehingga pasien harus dirujuk kembali ke RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Sayangnya mereka harus menunggu berbulan-bulan untuk menjalani pengobatan.

Kades Minggir, Fauzan menjelaskan ada salah satu warga nya yang harus menjalani kontrol mata pada Juli lalu. Sebelum ada sistem zonasi ini, warga bisa langsung berobat ke rumah sakit yang dikehendaki. Namun akibat pemberlakuan zonasi, warga harus mengikuti rujukan berjenjang.

“Nah, ini jadi persoalan. Rata rata warga saya itu berobat ke klinik mata di Pandaan. Cuma sejak ada sistem zonasi mulai awal Mei tidak bisa lagi. Kontrol ini kan perlu segera. Karena waktu itu kontrol diminta Juli, ya berobat di klinik mata di Grati,” sebutnya.

PURWOREJO, Radar Bromo – Sejumlah perwakilan masyarakat dari wilayah Pasuruan timur mendatangi kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pasuruan. Mereka mengeluhkan sistem zonasi yang diberlakukan dalam layanan BPJS.

Kondisi ini membuat masyarakat yang ingin berobat harus mengikuti rujukan berjenjang. Akibatnya mereka harus menunggu antrean hingga berbulan-bulan. Mereka terpaksa harus berobat ke rumah sakit swasta yang tidak terkover BPJS.

Keluhan ini disampaikan oleh 10 perwakilan masyarakat sekitar pukul 13.00. Ada Kades Minggir, Kecamatan Winongan, Fauzan; Kades Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Abdul Kodir; dan aktivis LSM Garda Pantura, Luqman Hakim serta beberapa pasien yang merasa dirugikan dengan sistem zonasi ini.

Sedikitnya 39 warga di lima desa di tiga kecamatan yang dirugikan dengan sistem zonasi dalam layanan BPJS ini. Yakni Desa Minggir, Kecamatan Winongan; Desa Kalirejo, Kecamatan Gondang wetan; Desa Tampung dan Desa Alastlogo, Kecamatan Lekok. Mayoritas mereka adalah pasien dengan keluhan mata. Dan harus melakukan operasi mata untuk pengobatan.

Luqman menyebut sistem zonasi yang diberlakukan oleh BPJS harus dikaji ulang. Sebab layanan ini merugikan pasien yang memerlukan pengobatan segera. Karena mereka berada di wilayah timur, maka pasien ini dirujuk dahulu ke RSUD Grati Kabupaten Pasuruan.

Namun rumah sakit milik pemerintah ini belum memiliki alat kelengkapan untuk operasi mata. Sehingga pasien harus dirujuk kembali ke RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan. Sayangnya mereka harus menunggu berbulan-bulan untuk menjalani pengobatan.

Kades Minggir, Fauzan menjelaskan ada salah satu warga nya yang harus menjalani kontrol mata pada Juli lalu. Sebelum ada sistem zonasi ini, warga bisa langsung berobat ke rumah sakit yang dikehendaki. Namun akibat pemberlakuan zonasi, warga harus mengikuti rujukan berjenjang.

“Nah, ini jadi persoalan. Rata rata warga saya itu berobat ke klinik mata di Pandaan. Cuma sejak ada sistem zonasi mulai awal Mei tidak bisa lagi. Kontrol ini kan perlu segera. Karena waktu itu kontrol diminta Juli, ya berobat di klinik mata di Grati,” sebutnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/