alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Tiang Listrik Bersejarah yang Raib Ditemukan di Seorang Kolektor

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tiang listrik (cagak ANIEM) peninggalan Belanda akhirnya kembali ke Kota Pasuruan. Sabtu (29/5) malam, tiang listrik yang sempat hilang dua pekan itu sampai di kota. Dikembalikan dari Jogjakarta.

Begitu sampai di kota, cagak ANIEM (Algemeene Nederlandsch-Indische Electriciteits-Maatschappij) langsung diserahkan ke Pemkot Pasuruan. Serah terima dilakukan oleh Tim Paguyuban Satrio Suropati kepada Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf di Gedung Gradika, pukul 23.00. Lalu, objek diduga cagar budaya (ODCB) itu diletakkan di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pasuruan untuk sementara.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, tiang listrik itu ditemukan di seorang kolektor benda seni di Jogjakarta. Yang bersangkutan membeli cagak ANIEM. Lantas cagak itu dicopot dari Jalan dr Wahidin, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo.

Awalnya, menurut Gus Ipul –panggilannya–, pemkot menerima laporan dari Lurah Pekuncen bahwa ada pihak yang datang membawa surat pelepasan tiang itu. Surat itu lantas ditandatangani oleh staf kelurahan. Sebab, lurah sedang tidak ada di tempat.

Lalu berbekal surat pelepasan itu, oknum tersebut mencopot tiang itu pada H-2 Lebaran atau 11 Mei. Paguyuban Satrio Suropati lantas mencari tahu ke mana raibnya tiang itu. Setelah menggali informasi ke berbagai orang, diketahui tiang itu berada di Jogjakarta. Dibeli seorang kolektor seni.

DITERIMA: Pejabat di Kota Pasuruan saat menyambut kedatangan tiang listrik ANIEM. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

“Untungnya usai diajak komunikasi, pembeli ini mau melepaskan tiang ANIEM ini, karena merasa bukan haknya. Terima kasih pada Satrio Suropati. Sementara tiang disimpan di Disdikbud,” ungkapnya.

Ketua Paguyuban Satrio Suropati R. Tjahjono menyebut, peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat Kota Pasuruan. Dia pun mendorong agar Pemkot segera membentuk tim ahli cagar budaya (TACB). Harapannya, dengan adanya TACB, seluruh cagar budaya di kota bisa terindentifikasi.

“Kalau ada TACB, maka cagar budaya di Kota Pasuruan bisa terlindungi. Sebab, bukan tidak mungkin ada cagar budaya lain yang mengalami hal serupa,” sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah tiang listrik bersejarah, hilang, Tiang listrik yang diduga objek diduga cagar budaya (ODCB) itu raib pada H+2 Lebaran. Informasinya, ada 5 orang yang mengambilnya. Mereka belum diketahui petugas dari instansi mana. “Kami tidak tahu mereka dari mana. Ini cagar budaya, meski belum ditetapkan sebagai cagar budaya, seharusnya dilindungi,” jelasnya. (riz/hn)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tiang listrik (cagak ANIEM) peninggalan Belanda akhirnya kembali ke Kota Pasuruan. Sabtu (29/5) malam, tiang listrik yang sempat hilang dua pekan itu sampai di kota. Dikembalikan dari Jogjakarta.

Begitu sampai di kota, cagak ANIEM (Algemeene Nederlandsch-Indische Electriciteits-Maatschappij) langsung diserahkan ke Pemkot Pasuruan. Serah terima dilakukan oleh Tim Paguyuban Satrio Suropati kepada Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf di Gedung Gradika, pukul 23.00. Lalu, objek diduga cagar budaya (ODCB) itu diletakkan di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pasuruan untuk sementara.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengatakan, tiang listrik itu ditemukan di seorang kolektor benda seni di Jogjakarta. Yang bersangkutan membeli cagak ANIEM. Lantas cagak itu dicopot dari Jalan dr Wahidin, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo.

Awalnya, menurut Gus Ipul –panggilannya–, pemkot menerima laporan dari Lurah Pekuncen bahwa ada pihak yang datang membawa surat pelepasan tiang itu. Surat itu lantas ditandatangani oleh staf kelurahan. Sebab, lurah sedang tidak ada di tempat.

Lalu berbekal surat pelepasan itu, oknum tersebut mencopot tiang itu pada H-2 Lebaran atau 11 Mei. Paguyuban Satrio Suropati lantas mencari tahu ke mana raibnya tiang itu. Setelah menggali informasi ke berbagai orang, diketahui tiang itu berada di Jogjakarta. Dibeli seorang kolektor seni.

DITERIMA: Pejabat di Kota Pasuruan saat menyambut kedatangan tiang listrik ANIEM. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

“Untungnya usai diajak komunikasi, pembeli ini mau melepaskan tiang ANIEM ini, karena merasa bukan haknya. Terima kasih pada Satrio Suropati. Sementara tiang disimpan di Disdikbud,” ungkapnya.

Ketua Paguyuban Satrio Suropati R. Tjahjono menyebut, peristiwa ini bisa menjadi pembelajaran bagi pemerintah dan masyarakat Kota Pasuruan. Dia pun mendorong agar Pemkot segera membentuk tim ahli cagar budaya (TACB). Harapannya, dengan adanya TACB, seluruh cagar budaya di kota bisa terindentifikasi.

“Kalau ada TACB, maka cagar budaya di Kota Pasuruan bisa terlindungi. Sebab, bukan tidak mungkin ada cagar budaya lain yang mengalami hal serupa,” sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah tiang listrik bersejarah, hilang, Tiang listrik yang diduga objek diduga cagar budaya (ODCB) itu raib pada H+2 Lebaran. Informasinya, ada 5 orang yang mengambilnya. Mereka belum diketahui petugas dari instansi mana. “Kami tidak tahu mereka dari mana. Ini cagar budaya, meski belum ditetapkan sebagai cagar budaya, seharusnya dilindungi,” jelasnya. (riz/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/