Tebar 700.000 Benih Ikan di Perairan Supaya Ekosistem Terjaga

BANGIL, Radar Bromo- Makin banyaknya nelayan dan masyarakat yang menangkap ikan di perairan darat, mejadi perhatian Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan. Tahun ini Dinas Perikanan akan menebar 700.000 benih di danau, sungai, dan embung yang merupakan perairan daratan.

Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Alamsyah Supriadi mengatakan, setiap tahun jumlah ikan yang ditangkap di perairan darat cenderung makin tinggi. Sehingga, perlu dilakukan penambahan sumber daya ikan dengan cara penebaran benih.

“Trennya makin meningkat ikan yang ditangkap. Ini, lantaran di perairan darat tidak hanya ditangkap oleh nelayan, tapi juga penghobi yang dikonsumsi pribadi,” ujarnya.

Menurutnya, perairan darat sesuai UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, kewenangan perairan  darat merupakan kewenangan dari daerah atau Pemkab  Pasuruan. Untuk menjaga sumber daya alam ikan tidak semakin habis, perlu upaya untuk menambah populasinya. Salah satunya dengan rutin menaburkan benih ikan.

Alamsyah mengatakan, jumlah ikan yang ditebar tahun ini jauh lebih banyak dibanding tahun 2019. Tahun kemarin, pihaknya hanya menabur 300.000 benih ikan. Benih ikan yang ditebarkan mulai dari jenis tawes, tombro, dan lele.

Benih ini disebarkan di perairan darat, seperti sungai dan danau. Untuk danau seperti di Danau Ranu Grati, Bendungan di Purwosari, waduk Purwodadi, dan waduk Kejayan. Termasuk sungai-sungai di sepanjang Bangil. “Untuk benih biasanya yang usia sebulan atau ukuran 3-5 sentimeter. Untuk penebarannya akan dimulai pada triwulan kedua mendatang merata baik di danau, sungai, dan embung,” ujarnya.

Adanya penebaran benih ini diharapkan tetap bisa menjaga ekosistem ikan di perairan darat. Para nelayan juga diharapkan menangkap ikan dengan alat tangkap ramah lingkungan. Agar ikan yang kecil tidak ikut tertangkap dan bisa dimanfaatkan saat sudah besar. (eka/rud/fun)