alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Tuesday, 2 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Mulai Antisipasi Konflik Sosial Jelang Pilwali 9 Desember

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo – Berbagai macam konflik sosial yang berpotensi terjadi di Kota Pasuruan, terus diantisipasi. Pasalnya, terjadinya konflik sosial itu akan berdampak besar pada sektor keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena itu, Pemkot Pasuruan berupaya menjaga stabilitas wilayah. Terutama menjelang Pilwali Pasuruan 2020 yang dilangsungkan di tengah pandemi Covid-19. Jumat (27/11) lalu, Pemkot menggelar apel kesiapan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial.

Pjs Wali Kota Pasuruan Ardo Sahak mengatakan, pihaknya ingin memastikan kesiapan tim. Terutama untuk menjaga stabilitas wilayah di tengah momentum politik saat ini. Apalagi, beberapa hari menjelang pemungutan suara, kondisi politik di kota mulai menghangat. “Oleh karena itu kewaspadaan tinggi dalam menjaga dan meningkatkan stabilitas wilayah Kota Pasuruan, mutlak diperlukan,” ujarnya.

DIJAGA: Personel Linmas membawa kotak suara saat apel kesiapan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. (Foto: M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Pihaknya juga berharap seluruh instansi untuk memberikan dukungan penuh dalam menjaga stabilitas wilayah. Di samping itu, partisipasi masyarakat juga sangat penting agar tetap menjaga kondusivitas dengan menghindari terjadinya konflik sosial. Sehingga, momentum Pilwali nanti berjalan demokratis dan tidak menimbulkan gejolak. “Dukungan penuh dari masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas Kota Pasuruan, yang kita cintai ini,” ujar Ardo.

Ardo juga menekankan upaya penanganan konflik sosial dalam beberapa waktu ke depan. Seperti menjalin komunikasi yang baik dengan ulama dan tokoh masyarakat agar turut menciptakan kondisi damai. Serta, meredam potensi konflik dengan menyelesaikan sekecil apapun permasalahan di tengah masyarakat. (tom/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo – Berbagai macam konflik sosial yang berpotensi terjadi di Kota Pasuruan, terus diantisipasi. Pasalnya, terjadinya konflik sosial itu akan berdampak besar pada sektor keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena itu, Pemkot Pasuruan berupaya menjaga stabilitas wilayah. Terutama menjelang Pilwali Pasuruan 2020 yang dilangsungkan di tengah pandemi Covid-19. Jumat (27/11) lalu, Pemkot menggelar apel kesiapan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial.

Pjs Wali Kota Pasuruan Ardo Sahak mengatakan, pihaknya ingin memastikan kesiapan tim. Terutama untuk menjaga stabilitas wilayah di tengah momentum politik saat ini. Apalagi, beberapa hari menjelang pemungutan suara, kondisi politik di kota mulai menghangat. “Oleh karena itu kewaspadaan tinggi dalam menjaga dan meningkatkan stabilitas wilayah Kota Pasuruan, mutlak diperlukan,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

DIJAGA: Personel Linmas membawa kotak suara saat apel kesiapan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. (Foto: M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Pihaknya juga berharap seluruh instansi untuk memberikan dukungan penuh dalam menjaga stabilitas wilayah. Di samping itu, partisipasi masyarakat juga sangat penting agar tetap menjaga kondusivitas dengan menghindari terjadinya konflik sosial. Sehingga, momentum Pilwali nanti berjalan demokratis dan tidak menimbulkan gejolak. “Dukungan penuh dari masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas Kota Pasuruan, yang kita cintai ini,” ujar Ardo.

Ardo juga menekankan upaya penanganan konflik sosial dalam beberapa waktu ke depan. Seperti menjalin komunikasi yang baik dengan ulama dan tokoh masyarakat agar turut menciptakan kondisi damai. Serta, meredam potensi konflik dengan menyelesaikan sekecil apapun permasalahan di tengah masyarakat. (tom/rud/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2