alexametrics
28C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Kinerja KONI Kab Pasuruan Disoal, Dewan: Ada Atlet Bela Daerah Lain

BANGIL, Radar Bromo – Kinerja KONI Kabupaten Pasuruan, disorot legislatif. Menyusul banyaknya atlet berpotensi, yang ternyata “lari” dan membela daerah luar. Padahal, KONI Kabupaten Pasuruan seharusnya bisa mempertahankan atlet-atlet tersebut. Sehingga, tidak sampai dicaplok daerah lain.

“Tidak kami sebutkan namanya. Tapi yang jelas, banyak atlet dari Kabupaten Pasuruan, yang ternyata membela daerah lain. Ini bagaimana pembinaan KONI,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Ruslan.

Ruslan mempertanyakan, pola penjaringan atlet-atlet berprestasi di Kabupaten Pasuruan. Ia juga mempertanyakan, bagaimana mereka bisa mensejahterakan atlet. Karena tidak menutup kemungkinan, rendahnya apresiasi yang diberikan, membuat atlet-atlet lokal, memilih hengkang dan membela daerah lain.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Tri Laksono Adi memiliki pandangan yang sama. Ia juga menyayangkan, banyaknya atlet berpotensi asal Kabupaten Pasuruan, yang ternyata lebih memilih untuk membela daerah lain.

“Ini bagaimana KONI dalam memikat atlet berprestasi itu, supaya tidak kabur,” sampainya.

Politisi dari F-Golkar ini menambahkan, agar KONI juga selektif dalam membentuk pengurusan cabang olahraga. Sebab, pengurus cabor juga mempengaruhi prestasi atlet tersebut.

“Kami minta agar pengurus cabor, benar-benar yang profesional. Jangan menempatkan mereka yang hanya mencari keuntungan. Karena, profesional pengurus, juga mempengaruhi prestasi cabor itu sendiri,” beber dia.

Ketua KONI Kabupaten Pasuruan, M. Mulyadi mengatakan, pembinaan atlet-atlet di Kabupaten Pasuruan, sebenarnya merupakan tugas dari masing-masing cabor. Para atlet yang berprestasi, memang diarahkan untuk masuk cabor.

“Kalau ada yang membela daerah lain, perlu dicek dulu. Apakah memang lari, atau karena memang binaan atlet di daerah lain atau karena memang sudah passing grade, di atas 21. Untuk usia Porprov, maksimal memang 21 tahun,” sampainya.

Menurut Mulyadi, pihak KONI sudah menjalankan langkah-langkah agar atlet-atlet Kabupaten Pasuruan, tidak sampai lari. Seperti pemberian reward bagi mereka yang berprestasi.

Berkaitan dengan keprofesionalan pengurus cabor, sebenarnya KONI tidak bisa ikut-ikut secara langsung dalam penunjukan pimpinan cabor. Sebab, pemilihan pimpinan cabor, sepenuhnya berasal dari anggota cabor sendiri.

“Kami hanya mengarahkan, agar pemilihan pengurus dilakukan dengan baik. Kami tidak bisa menunjuk, karena pengurusan itu sepenuhnya dari internal cabor,” tukasnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU