alexametrics
25C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Cegah Jukir Nakal, Dewan Dorong Sistem e-Parking

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sejak 2019 Pemkot memutuskan untuk meniadakan layanan parkir tepi jalan. Sehingga masyarakat Kota Pasuruan hanya perlu membayar parkir berlangganan tiap tahun saja.

Namun, layanan parkir dinilai belum maksimal. Dewan di DPRD Kota Pasuruan mendorong agar pemkot bisa menggunakan sistem elektronik parkir atau e-Parking.

Anggota Komisi III DPRD Kota Pasuruan, Ismu Hardiyanto mengungkapkan, layanan parkir saat ini masih belum maksimal. Pihaknya masih kerap menerima laporan masih adanya pembayaran oleh masyarakat pada oknum juru parkir (jukir) di titik parkir di Kota Pasuruan. Padahal penerapan parkir tepi jalan sudah dihapus.

Kondisi ini sangat disayangkan. Ini berarti sosialisasi pada jukir maupun masyarakat kurang maksimal. Pihaknya mengakui memang sempat ada sosialisasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) dengan memasang banner di beberapa sudut beberapa waktu lalu.

Saat ini banner ini sudah tidak ada lagi. Dewan berharap jika memang diperlukan banner ini bisa tetap dipasang di setiap titik parkir di Kota Pasuruan.

Sebagai solusi terkait masalah parkir ini, Dishub bisa mulai menerapkan sistem e-Parking. Sehingga petugas bisa memantau pelayanan parkir di Kota Pasuruan lebih maksimal. Meski demikian jika sistem ini diterapkan, Pemkot tidak harus menghilangkan keberadaan jukir. Jukir tetap perlu untuk memudahkan layanan parkir di lapangan. Namun jukir hanya bersifat memantau saja dan tidak terlibat langsung.

“Dengan e-Parking bisa meminimalisir jukir nakal yang kerap menarik uang. Kalau ada sistem ini, jukir tidak punya alasan untuk menarik retribusi,” ungkapnya.

Kabid Lalin pada Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto mengaku pihaknya memang memiliki rencana untuk pemberlakuan parkir dengan sistem e-Parking. Namun Dishub perlu melakukan kajian dahulu. Mulai dari cocok tidaknya sistem ini dilaksanakan di Kota Pasuruan maupun dampaknya pada jukir dan masyarakat. Jika memang dinilai cocok, pihaknya bakal mengajukan hal ini pada Wali Kota.

“Kami sudah ada rencana tersebut sejak awal tahun. Namun tidak bisa serta merta dilaksanakan. Harus ada kajian dahulu. Misalnya kalau ada e-Parking, bagaimana dengan jukir,” sebut Andri. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU