alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Satgas Kab Pasuruan Akui Kehabisan Persediaan Vaksin

BANGIL, Radar Bromo – Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya mengatakan, program vaksinasi memang bergantung pada pasokan vaksin dari pemerintah pusat.

Sejauh ini, vaksin yang diberikan pemerintah pusat untuk Kabupaten Pasuruan hanya memenuhi kurang lebih 10 persen hingga 11 persen dari target sasaran vaksinasi. Yaitu, 70 persen dari total penduduk Kabupaten Pasuruan.

”Kami akui ada keterbatasan. Sebab, persediaan vaksin masih bergantung pusat,” ujarnya.

Anang juga mengakui, saat ini, minat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi kian meningkat. Termasuk, kalangan pekerja. Sebab, tidak sedikit perusahaan yang menjadikan syarat vaksinasi untuk bekerja.

Persyaratan itu tak lepas dari upaya menciptakan proteksi di lingkungan perusahaan. Agar kekebalan tubuh komunitas pekerja bisa terbentuk. Penyebaran Covid-19 bisa dicegah. ”Pihak perusahaan kan juga ingin memproteksi karyawannya agar tidak sampai terpapar. Itu menjadi kebijakan perusahaan,” tambahnya.

Meski begitu, lanjut Anang, baru-baru ini Pemkab Pasuruan sudah memperoleh tambahan vaksin. Sebanyak 22 ribu dosis telah diterima dan disebarkan ke puskesmas-puskesmas. Vaksin-vaksin tersebut bisa didapat masyarakat. Terutama, yang sudah vaksin pertama. ”Bisa dicek di puskesmas-puskesmas. Tambahan 22 ribu dosis untuk 22 ribu orang sudah disebar,” pungkasnya. (one/far)

BANGIL, Radar Bromo – Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya mengatakan, program vaksinasi memang bergantung pada pasokan vaksin dari pemerintah pusat.

Sejauh ini, vaksin yang diberikan pemerintah pusat untuk Kabupaten Pasuruan hanya memenuhi kurang lebih 10 persen hingga 11 persen dari target sasaran vaksinasi. Yaitu, 70 persen dari total penduduk Kabupaten Pasuruan.

”Kami akui ada keterbatasan. Sebab, persediaan vaksin masih bergantung pusat,” ujarnya.

Anang juga mengakui, saat ini, minat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi kian meningkat. Termasuk, kalangan pekerja. Sebab, tidak sedikit perusahaan yang menjadikan syarat vaksinasi untuk bekerja.

Persyaratan itu tak lepas dari upaya menciptakan proteksi di lingkungan perusahaan. Agar kekebalan tubuh komunitas pekerja bisa terbentuk. Penyebaran Covid-19 bisa dicegah. ”Pihak perusahaan kan juga ingin memproteksi karyawannya agar tidak sampai terpapar. Itu menjadi kebijakan perusahaan,” tambahnya.

Meski begitu, lanjut Anang, baru-baru ini Pemkab Pasuruan sudah memperoleh tambahan vaksin. Sebanyak 22 ribu dosis telah diterima dan disebarkan ke puskesmas-puskesmas. Vaksin-vaksin tersebut bisa didapat masyarakat. Terutama, yang sudah vaksin pertama. ”Bisa dicek di puskesmas-puskesmas. Tambahan 22 ribu dosis untuk 22 ribu orang sudah disebar,” pungkasnya. (one/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/