alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Ada Tempat Isoter di Sekolah yang Sudah Ditempati

PASURUAN, Radar Bromo – Tidak semua tempat isolasi terpusat (Isoter) di fasilitas umum yang disiapkan Pemkab Pasuruan, mendapat penolakan. Beberapa lokasi isoter di masing-masing kecamatan bahkan sudah ada yang mulai ditempati. Tempat isoter tersebut diupayakan agar warga semakin dekat dengan tempat tinggalnya.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, dengan adanya isoter maka isolasi mandiri tak boleh dilakukan. Selain itu alasan lainnya yakni karena banyak yang tidak memperhatikan protokol kesehatan. Tak jarang pula ada warga yang keluar rumah, sehingga berbahaya dan berpotensi menularkan ke orang lain.

“Sekarang ini, proses penularan tertinggi justru dari isolasi mandiri. Yang itu (tertular, Red) tidak dilakukan dengan baik. Prokesnya tidak diterapkan karena menganggap sakit biasa saja,” katanya.

Menurutnya, isolasi mandiri yang tidak dilakukan dengan baik, banyak terjadi. Terlebih ketika kondisi rumah yang tak layak plus pengaturan prokes yang diremehkan, menjadi hal yang susah dalam mengurangi potensi penularan.

“Contoh sederhana, kamar harus sendiri. Termasuk tempat makan, handuk, baju harus tidak boleh ditempatkan dalam satu tempat. Selalu pakai masker ganda supaya lebih aman, rumah harus ada ventilasi udara yang bagus dan kamar mandi harus lebih dari satu. Ini memang susah, tapi mau gak mau harus dilakukan. Makanya banyak yang gagal,” jelasnya.

Berdasarkan data yang ada per 28 Juli lalu total ada 183 warga yang melakukan isoman. Karena telah ada tempat isoter, maka orang-orang yang isolasi mandiri dipindahkan.

“Kalau untuk bangunan SMA/SMK, kami masih berkirim surat ke Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Yang jelas kami pakai bangunan SD atau SMP. Setiap satu kecamatan maksimal dua tempat isolasi,” terangnya.

Selama menjalani karantina, setiap pasien akan dipantau oleh dokter dalam hal asupan obat dan multivitamin. Sedangkan perihal makanan minuman setiap harinya, akan diberikan selama tiga kali, yakni pagi, siang dan malam. Anggaran mamin diambilkan dari 8 persen refocusing DD (Dana Desa) maupun BTT (biaya tidak terduga) APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2021. “Anggaran sudah ada. Tinggal pelaksanaannya saja,” tandasnya.

Untuk penjagaan, disiagakan personel gabungan. Yakni dari unsur TNI, POLRI dan Satpol PP 24 jam. (sid/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Tidak semua tempat isolasi terpusat (Isoter) di fasilitas umum yang disiapkan Pemkab Pasuruan, mendapat penolakan. Beberapa lokasi isoter di masing-masing kecamatan bahkan sudah ada yang mulai ditempati. Tempat isoter tersebut diupayakan agar warga semakin dekat dengan tempat tinggalnya.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, dengan adanya isoter maka isolasi mandiri tak boleh dilakukan. Selain itu alasan lainnya yakni karena banyak yang tidak memperhatikan protokol kesehatan. Tak jarang pula ada warga yang keluar rumah, sehingga berbahaya dan berpotensi menularkan ke orang lain.

“Sekarang ini, proses penularan tertinggi justru dari isolasi mandiri. Yang itu (tertular, Red) tidak dilakukan dengan baik. Prokesnya tidak diterapkan karena menganggap sakit biasa saja,” katanya.

Menurutnya, isolasi mandiri yang tidak dilakukan dengan baik, banyak terjadi. Terlebih ketika kondisi rumah yang tak layak plus pengaturan prokes yang diremehkan, menjadi hal yang susah dalam mengurangi potensi penularan.

“Contoh sederhana, kamar harus sendiri. Termasuk tempat makan, handuk, baju harus tidak boleh ditempatkan dalam satu tempat. Selalu pakai masker ganda supaya lebih aman, rumah harus ada ventilasi udara yang bagus dan kamar mandi harus lebih dari satu. Ini memang susah, tapi mau gak mau harus dilakukan. Makanya banyak yang gagal,” jelasnya.

Berdasarkan data yang ada per 28 Juli lalu total ada 183 warga yang melakukan isoman. Karena telah ada tempat isoter, maka orang-orang yang isolasi mandiri dipindahkan.

“Kalau untuk bangunan SMA/SMK, kami masih berkirim surat ke Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Yang jelas kami pakai bangunan SD atau SMP. Setiap satu kecamatan maksimal dua tempat isolasi,” terangnya.

Selama menjalani karantina, setiap pasien akan dipantau oleh dokter dalam hal asupan obat dan multivitamin. Sedangkan perihal makanan minuman setiap harinya, akan diberikan selama tiga kali, yakni pagi, siang dan malam. Anggaran mamin diambilkan dari 8 persen refocusing DD (Dana Desa) maupun BTT (biaya tidak terduga) APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2021. “Anggaran sudah ada. Tinggal pelaksanaannya saja,” tandasnya.

Untuk penjagaan, disiagakan personel gabungan. Yakni dari unsur TNI, POLRI dan Satpol PP 24 jam. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/