Banyak Kasus PHK, Pengajuan JHT di Pasuruan Naik Lipat Dua

PASURUAN, Radar Bromo – Pandemi Covid-19, membuat jumlah pengajuan Jaminan Hari Tua (JHT) di BP Jamsostek Pasuruan juga mengalami peningkatan. Hal itu tak terlepas dari banyaknya pekerja yang dirumahkan atau kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) atau dikenal dengan BP Jamsostek Pasuruan Arie Fianto Syofian membenarkan memang ada kenaikan tren peningkatan JHT di BP Jamsostek Pasuruan pada Juni ini. Jumlahnya naik lipat 2 dibandingkan bulan sebelumnya.

“Setelah kami berlakukan layanan offline, jumlah peserta yang mengajukan klaim JHT dan yang datang ke kantor BP Jamsostek meningkat. Bahkan, dilihat dari jumlah pengajuan di bulan Juni ada lonjakan hingga lipat 2,” terangnya.

Setelah pandemi Covid-19 lalu, BP Jamsostek memang hanya menerima pengajuan lewat online di website. Namun, per awal Juni ini sudah dibuka pelayanan offline.

“Setelah bisa mengajukan secara offline, jumlah peserta yang datang memang lebih tinggi. Saat ini rata-rata bisa 240 peserta per hari. Sedangkan saat April–Mei lalu, per hari rata-rata hanya 60-70 pengajuan lantaran hanya bisa online,” terangnya.

Pada April lalu, pengajuan JHT hanya 1.093 kasus. Di Mei naik jadi 1.386 kasus JHT dan Juni melonjak menjadi 2.699 pengajuan klaim.

Tingginya pengajuan disebut lantaran kondisi pandemi Covid-19. Lesunya ekonomi membuat banyak karyawan yang dirumahkan atau di-PHK. Sehingga, mengajukan klaim JHT.

Untuk syarat mengajukan JHT sendiri harus 1 bulan setelah mendapatkan surat keterangan berhenti bekerja. “Biasanya kami mendorong agar peserta bisa menahan JHT sampai nanti bisa dipakai saat tua atau pensiun. Namun, karena peserta ada kebutuhan sehingga seringkali diambil setelah 1 bulan berhenti bekerja,” terangnya.

Dengan kondisi saat ini, dimungkinkan jumlah klaim JHT tetap tinggi di bulan berikutnya. Dari data BP Jamsostek Pasuruan, jumlah total pengajuan klaim JHT sampai akhir Juni ini sudah mencapai 11.049 pengajuan dengan total nilai sebesar Rp 139,863 miliar. (eka/mie)