alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Wednesday, 25 November 2020

Pedagang Takjil di Ranggeh Naik Lipat Tiga, Harus Jaga Jarak

GONDANGWETAN, Radar Bromo – Di tengah pandemi Covid-19, jumlah pedagang takjil di Pertigaan Ranggeh, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, justru makin banyak. Jika pada Ramadan tahun kemarin hanya sekitar 15 pedagang, tahun ini mencapai sekitar 40 pedagang.

Makin banyaknya pedagang ini mendapatkan perhatian dari Satpol PP dan Muspika Gondangwetan. Kemarin mereka turun jalan meminta pedagang dan pembeli tetap menerapkan physical distancing. Serta, melarang pembeli memakan di tempat, sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

Komandan Regu Wilayah Selatan Satpol PP Kabupaten Pasuruan Saiful Hadi mengatakan, sosialisasi ini dilakukan karena sejak Ramadan banyak pedagang takjil di sekitar Pertigaan Ranggeh. “Ada sekitar 700 meter yang menjadi pusat pedagang takjil di Gondangwetan. Sehingga, kami sosialisasikan agar semua pedagang dan pembeli menerapkan physical distancing,” ujarnya.

Menurutnya, meski tahun ini ada pandemi Covid-19, makin banyak warga yang berjualan takjil. Jika tahun lalu hanya sekitar 15 pedagang, tahun ini mencapai sekitar 40 pedagang. Selain pedagang musiman saat Ramadan, ada juga pedagang lama yang tempat jualannya sementara ditutup imbas korona. Seperti di Alun-alun Gondangwetan dan di Lapangan Gayam.

“Sehingga, tahun ini pedagang takjil lebih banyak. Meski tidak ada larangan, namun wajib mematuhi physical distancing,” ujarnya.

Salah satunya adalah agar pembeli membungkus dan segera pulang. Pedagang juga dilarang memberikan kursi atau tikar agar tidak ada yang makan di tempat. “Selain itu, juga wajib jaga jarak dan pakai masker. Dari sosialisasi ini juga ada pembagian masker kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sosialisasi ini akan dilakukan setiap hari sampai masyarakat benar-benar tertib melaksanakannya. “Alhamdullah pedagang dan masyarakat tidak ada yang komplain. Semua menyadari, karena situasi sekarang ini wajib menjaga keamanan bersama untuk menekan penyebaran Covid-19,” ujar Saiful. (eka/rud)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Motor Roda 3 Nyemplung Jurang Kenep Beji, Warga Pogar Tewas

Saat sampai di jalan menurun, motor roda tiga yang dikemudikan korban mendadak hilang kendali.

Harbokir Kembali Hadir di 3 Dekade JNE

Harbokir atau Hari Bebas Ongkos Kirim yang tiap tahun dirayakan dalam rangka perayaan hari ulang tahun JNE, siap dinikmati kembali oleh seluruh pelanggan setia.

Kerap Sepi, Dewan Soroti Penataan Pasar Poncol

Dewan menilai aset pemkot ini tidak berjalan maksimal. Akibatnya, banyak los yang ditinggal oleh pedagang.

Hentikan Pengiriman Air Bersih di Kab Pasuruan 28 November

Sesuai SK kedaruratan bencana, prediksi pengiriman air bersih akan dihentikan akhir bulan ini.

Kena Tol Paspro, Delapan Makam di Banjarsawah Tegalsiwalan Dipindah

Rukun Kepaten Dusun Krajan, Desa Banjarsawah, memindahkan kuburan itu ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Krajan.