alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Poli Pandu Penyakit Tidak Menular Puskesmas Sukorejo Mudahkan Masyarakat

SUKOREJO, Radar Bromo – Penyakit tidak menular (PTM) memang tidak berpindah secara langsung dari satu individu ke individu lain. Tapi banyak yang mengalami jenis penyakit di kalangan masyarakat. Apalagi kini banyak PTM yang bersifat kronis.

Di Puskesmas Sukorejo, kini disediakan Poli Pandu PTM. Alur dari poli pandu juga mudah. Pasien cukup datang ke loket pendaftaran. Petugas loket menanyakan keluhan pada pasien. Apabila mengarah ke PTM maka petugas akan mengarahkan pasien pasien ke poli pandu PTM.

Selanjutnya dilakukan skrining kesehatan faktor risiko penyakit tidak menular. Bahkan mencari tahu riwayat penyakit keluarga, dahulu dan kebiasaan keseharian. Pasien akan dilakukan pengukuran antropometri seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah dan pemeriksaan lab sesuai keluhan.

Selanjutnya, pengukuran faktor risiko PTM dengan carta dan menentukan diagnosis dari faktor risiko PTM. Sembari itu dilakukan edukasi tentang gizi sesuai dengan diagnosa karena faktor risiko PTM yang paling besar. Sehingga poli pandu PTM diintegrasikan dengan gizi agar bisa saling melengkapi. Selanjutnya pengambilan obat sesuai dengan resep di ruang farmasi.

Poli pandu PTM di Puskesmas Sukorejo buka setiap hari Sabtu mulai pukul 07.30-11.00. “Dengan adanya Poli Pandu PTM, semoga dapat memudahkan masyarakat untuk mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular yang menyerang diri sendiri maupun pada keluarga. Sehingga dapat diupayakan untuk penanganan yang tepat sesuai dengan prosedur yang berlaku.” ujar dr Agus Tri Cahyono, Kepala Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas Sukorejo.

Poli Pandu PTM diperuntukan bagi warga Kecamatan Sukorejo mulai dari usia 15-59 tahun. Tujuan pelayanan Poli Pandu adalah untuk pencegahan PTM dengan komplikasinya serta pengobatan PTM. (zal/fun)

SUKOREJO, Radar Bromo – Penyakit tidak menular (PTM) memang tidak berpindah secara langsung dari satu individu ke individu lain. Tapi banyak yang mengalami jenis penyakit di kalangan masyarakat. Apalagi kini banyak PTM yang bersifat kronis.

Di Puskesmas Sukorejo, kini disediakan Poli Pandu PTM. Alur dari poli pandu juga mudah. Pasien cukup datang ke loket pendaftaran. Petugas loket menanyakan keluhan pada pasien. Apabila mengarah ke PTM maka petugas akan mengarahkan pasien pasien ke poli pandu PTM.

Selanjutnya dilakukan skrining kesehatan faktor risiko penyakit tidak menular. Bahkan mencari tahu riwayat penyakit keluarga, dahulu dan kebiasaan keseharian. Pasien akan dilakukan pengukuran antropometri seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah dan pemeriksaan lab sesuai keluhan.

Selanjutnya, pengukuran faktor risiko PTM dengan carta dan menentukan diagnosis dari faktor risiko PTM. Sembari itu dilakukan edukasi tentang gizi sesuai dengan diagnosa karena faktor risiko PTM yang paling besar. Sehingga poli pandu PTM diintegrasikan dengan gizi agar bisa saling melengkapi. Selanjutnya pengambilan obat sesuai dengan resep di ruang farmasi.

Poli pandu PTM di Puskesmas Sukorejo buka setiap hari Sabtu mulai pukul 07.30-11.00. “Dengan adanya Poli Pandu PTM, semoga dapat memudahkan masyarakat untuk mendeteksi dini risiko penyakit tidak menular yang menyerang diri sendiri maupun pada keluarga. Sehingga dapat diupayakan untuk penanganan yang tepat sesuai dengan prosedur yang berlaku.” ujar dr Agus Tri Cahyono, Kepala Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas Sukorejo.

Poli Pandu PTM diperuntukan bagi warga Kecamatan Sukorejo mulai dari usia 15-59 tahun. Tujuan pelayanan Poli Pandu adalah untuk pencegahan PTM dengan komplikasinya serta pengobatan PTM. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/