alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Bantuan Stimulan Sasar 212 Rumah Tak Layak Huni di Kota Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) dikucuri bantuan stimulan dari Pemkot Pasuruan. Dana bantuan itu digunakan untuk merehabilitasi rumah agar lebih layak.

Kabid Perumahan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan, Budi Santoso mengatakan ada 212 RTLH yang mendapatkan bantuan stimulan senilai Rp 17,5 juta. Pemkot mengusulkan dana bantuan itu dari dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU).

“Dari DAU, bantuan diberikan untuk rehabilitasi 136 RTLH. Sedangkan yang dari DAK 76 RTLH,” ungkap Budi.

Sehingga jumlah RTLH yang direhabilitasi tahun ini sebanyak 212 unit. Ratusan unit rumah itu harus direhabilitasi mengingat kondisinya yang tidak layak. Baik dari sisi struktur bangunan maupun kesehatan lingkungan.

“Anggarannya sudah dicairkan beberapa bulan lalu dan langsung dilakukan pengerjaan rehabilitasi hingga akhir tahun ini,” tuturnya.

Dia menambahkan, Pemkot sebenarnya mengusulkan penerima bantuan lebih dari 212. Misalnya saja dari DAK, ada 127 RTLH yang diusulkan dapat bantuan. Sementara usulan yang bersumber DAU lebih banyak, yakni 200 unit.

“Namun tak semuanya lolos verifikasi. Rata-rata tidak lolos karena sudah pernah mendapat bantuan, tidak ada sertifikat atau tanah gendom, datanya belum masuk DTSK, jadi tidak bisa diberikan bantuannya,” terang Budi. (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) dikucuri bantuan stimulan dari Pemkot Pasuruan. Dana bantuan itu digunakan untuk merehabilitasi rumah agar lebih layak.

Kabid Perumahan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan, Budi Santoso mengatakan ada 212 RTLH yang mendapatkan bantuan stimulan senilai Rp 17,5 juta. Pemkot mengusulkan dana bantuan itu dari dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU).

“Dari DAU, bantuan diberikan untuk rehabilitasi 136 RTLH. Sedangkan yang dari DAK 76 RTLH,” ungkap Budi.

Sehingga jumlah RTLH yang direhabilitasi tahun ini sebanyak 212 unit. Ratusan unit rumah itu harus direhabilitasi mengingat kondisinya yang tidak layak. Baik dari sisi struktur bangunan maupun kesehatan lingkungan.

“Anggarannya sudah dicairkan beberapa bulan lalu dan langsung dilakukan pengerjaan rehabilitasi hingga akhir tahun ini,” tuturnya.

Dia menambahkan, Pemkot sebenarnya mengusulkan penerima bantuan lebih dari 212. Misalnya saja dari DAK, ada 127 RTLH yang diusulkan dapat bantuan. Sementara usulan yang bersumber DAU lebih banyak, yakni 200 unit.

“Namun tak semuanya lolos verifikasi. Rata-rata tidak lolos karena sudah pernah mendapat bantuan, tidak ada sertifikat atau tanah gendom, datanya belum masuk DTSK, jadi tidak bisa diberikan bantuannya,” terang Budi. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/