alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Bed Pasien Covid-19 Dipertahankan walau Kasus Melandai

PASURUAN, Radar Bromo – Kasus Covid-19 melandai di Kota Pasuruan. Meski demikian, Pemkot Pasuruan tetap menyediakan tempat karantina maupun bed perawatan bagi warga yang terpapar Covid-19. Agar penanganan pasien lebih maksimal.

Direktur RSUD dr R Soedarsono dr Burhan mengatakan, tetap menyediakan bed bagi pasien Covid-19. Memang, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit pemerintah itu jauh lebih sedikit daripada sebelumnya. ”TT (tempat tidur) pasien Covid-19 tetap kami sediakan,” kata Burhan.

Sejak melonjaknya kasus Covid-19, lanjut Burhan, RSUD menyiapkan 82 bed untuk menangani pasien yang terpapar. Baik bed di ruang isolasi maupun bed di ICU. Namun, bed pasien Covid-19 lebih sering kosong. Sebab, jumlah pasien semakin sedikit.

”Alhamdulillah kan sekarang sudah turun terus. Bahkan, kemarin kosong. Tidak ada pasien,” katanya.

Meski jumlah kasus terus menurun, Burhan mengaku belum mengurangi jumlah bed khusus untuk pasien Covid-19. Kondisi tersebut terus dilaporkan kepada satgas maupun ke provinsi. Menurut dia, pengurangan bed pasien Covid-19 bisa dilakukan apabila sudah ada kebijakan dari pemerintah pusat.

”Kemarin saat rapat dengan Polda, selama belum ada instruksi dari pusat untuk mengurangi TT, tidak kami kurangi,” tambah Burhan.

Alasan lain tetap menyediakan 82 bed untuk pasien Covid-19 juga didasari perkembangan Covid-19 yang belum bisa dipastikan. Tidak ada yang bisa memastikan bakal seperti apa perkembangan Covid-19 ke depan. Makanya, segala kemungkinan perlu diantisipasi.

”Para epidemiolog memprediksi gelombang ketiga akan terjadi Desember. Mudah-mudahan tidak terjadi. Namun, kami juga mengantisipasi dan menyiapkan supaya nanti tidak kewalahan,” bebernya. (tom/far)

 

PASURUAN, Radar Bromo – Kasus Covid-19 melandai di Kota Pasuruan. Meski demikian, Pemkot Pasuruan tetap menyediakan tempat karantina maupun bed perawatan bagi warga yang terpapar Covid-19. Agar penanganan pasien lebih maksimal.

Direktur RSUD dr R Soedarsono dr Burhan mengatakan, tetap menyediakan bed bagi pasien Covid-19. Memang, jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit pemerintah itu jauh lebih sedikit daripada sebelumnya. ”TT (tempat tidur) pasien Covid-19 tetap kami sediakan,” kata Burhan.

Sejak melonjaknya kasus Covid-19, lanjut Burhan, RSUD menyiapkan 82 bed untuk menangani pasien yang terpapar. Baik bed di ruang isolasi maupun bed di ICU. Namun, bed pasien Covid-19 lebih sering kosong. Sebab, jumlah pasien semakin sedikit.

”Alhamdulillah kan sekarang sudah turun terus. Bahkan, kemarin kosong. Tidak ada pasien,” katanya.

Meski jumlah kasus terus menurun, Burhan mengaku belum mengurangi jumlah bed khusus untuk pasien Covid-19. Kondisi tersebut terus dilaporkan kepada satgas maupun ke provinsi. Menurut dia, pengurangan bed pasien Covid-19 bisa dilakukan apabila sudah ada kebijakan dari pemerintah pusat.

”Kemarin saat rapat dengan Polda, selama belum ada instruksi dari pusat untuk mengurangi TT, tidak kami kurangi,” tambah Burhan.

Alasan lain tetap menyediakan 82 bed untuk pasien Covid-19 juga didasari perkembangan Covid-19 yang belum bisa dipastikan. Tidak ada yang bisa memastikan bakal seperti apa perkembangan Covid-19 ke depan. Makanya, segala kemungkinan perlu diantisipasi.

”Para epidemiolog memprediksi gelombang ketiga akan terjadi Desember. Mudah-mudahan tidak terjadi. Namun, kami juga mengantisipasi dan menyiapkan supaya nanti tidak kewalahan,” bebernya. (tom/far)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/