alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Gus Irsyad Minta ASN Pemkab Pasuruan Ikut Donor Konvalesen

PASURUAN, Radar Bromo – Inilah kesempatan mulia untuk berbuat baik kepada sesama. Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meminta aparatur sipil negara (ASN) melakukan donor konvalesen kepada pasien Covid-19. Kebutuhannya sangat tinggi.

Sejak awal pandemi pada 2020, jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Pasuruan mencapai 6.653 orang. Total yang sembuh mencapai 5.080 orang atau 76,35 persen. Masih ada 1.112 orang yang masih dirawat. Kemudian, 461 orang dinyatakan meninggal. Itu data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan pada 26 Juli.

Gus Irsyad –sapaan Irsyad Yusuf– memandang perlu memperbanyak donor konvalesen. Plasma dari donor yang sembuh itu terbukti ampuh untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19.

”Banyak pesan berantai yang isinya membutuhkan plasma konvalesen. Itu memang benar adanya. Sangat dibutuhkan bagi pasien yang tengah berjuang melawan Covid-19,” katanya.

Faktanya, jumlah donor konvalesen tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan. Padahal, sudah banyak pasien yang sembuh dan berhasil lepas dari Covid-19. Mereka perlu diberi edukasi tentang pentingnya mendonorkan plasma konvalesen.

Bagi Gus Irsyad, mendonorkan plasma merupakan hal yang sangat mulia. Sebab, itu merupakan sebuah karunia yang tidak ada gantinya dan tidak diproduksi oleh pabrik. ”Tapi, bisa menyelamatkan orang yang tengah berjuang melawan Covid-19,” tuturnya.

Donor plasma juga sebagai bentuk syukur kepada Tuhan. Untuk itu, bagi para ASN penyintas Covid-19, tidak perlu malu donor plasma. Baik PNS, pegawai tidak tetap (PTT), maupun tenaga harian lepas (THL). Mengapa? Karena Covid-19 bukanlah sebuah aib, melainkan penyakit yang bisa disembuhkan.

”Dengan mendonorkan darah, kan enggak kehilangan apa-apa. Ini sangat bagus,” tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya menambahkan, sejak pandemi 2020, jumlah ASN Pemkab Pasuruan yang terpapar Covid-19 mencapai sekitar 630 orang. Tidak hanya staf. Ada pula pejabat setingkat camat dan kepala dinas yang dikabarkan pernah positif Covid-19.

Hanya, belum seluruh ASN penyintas yang melakukan donor plasma. Sebab, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Kini, syarat itu semakin dipermudah. Salah satunya, donor paling lama 6 bulan sembuh dari Covid-19.

Penyintas yang sudah lama tidak memenuhi syarat. Jadi, lebih ditekankan pada penyintas yang baru sembuh. ”Paling efektif antara dua minggu sampai satu bulan setelah dinyatakan negatif Covid-19,” kata Anang. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Inilah kesempatan mulia untuk berbuat baik kepada sesama. Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meminta aparatur sipil negara (ASN) melakukan donor konvalesen kepada pasien Covid-19. Kebutuhannya sangat tinggi.

Sejak awal pandemi pada 2020, jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Pasuruan mencapai 6.653 orang. Total yang sembuh mencapai 5.080 orang atau 76,35 persen. Masih ada 1.112 orang yang masih dirawat. Kemudian, 461 orang dinyatakan meninggal. Itu data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan pada 26 Juli.

Gus Irsyad –sapaan Irsyad Yusuf– memandang perlu memperbanyak donor konvalesen. Plasma dari donor yang sembuh itu terbukti ampuh untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19.

”Banyak pesan berantai yang isinya membutuhkan plasma konvalesen. Itu memang benar adanya. Sangat dibutuhkan bagi pasien yang tengah berjuang melawan Covid-19,” katanya.

Faktanya, jumlah donor konvalesen tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan. Padahal, sudah banyak pasien yang sembuh dan berhasil lepas dari Covid-19. Mereka perlu diberi edukasi tentang pentingnya mendonorkan plasma konvalesen.

Bagi Gus Irsyad, mendonorkan plasma merupakan hal yang sangat mulia. Sebab, itu merupakan sebuah karunia yang tidak ada gantinya dan tidak diproduksi oleh pabrik. ”Tapi, bisa menyelamatkan orang yang tengah berjuang melawan Covid-19,” tuturnya.

Donor plasma juga sebagai bentuk syukur kepada Tuhan. Untuk itu, bagi para ASN penyintas Covid-19, tidak perlu malu donor plasma. Baik PNS, pegawai tidak tetap (PTT), maupun tenaga harian lepas (THL). Mengapa? Karena Covid-19 bukanlah sebuah aib, melainkan penyakit yang bisa disembuhkan.

”Dengan mendonorkan darah, kan enggak kehilangan apa-apa. Ini sangat bagus,” tuturnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya menambahkan, sejak pandemi 2020, jumlah ASN Pemkab Pasuruan yang terpapar Covid-19 mencapai sekitar 630 orang. Tidak hanya staf. Ada pula pejabat setingkat camat dan kepala dinas yang dikabarkan pernah positif Covid-19.

Hanya, belum seluruh ASN penyintas yang melakukan donor plasma. Sebab, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Kini, syarat itu semakin dipermudah. Salah satunya, donor paling lama 6 bulan sembuh dari Covid-19.

Penyintas yang sudah lama tidak memenuhi syarat. Jadi, lebih ditekankan pada penyintas yang baru sembuh. ”Paling efektif antara dua minggu sampai satu bulan setelah dinyatakan negatif Covid-19,” kata Anang. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/