alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Pasien Katarak di Kota Pasuruan Waswas Giliran Operasi

Kepala BPJS Kesehatan Pasuruan Dyah Miryanti menjelaskan, kebijakan itu sedianya bertujuan menjaga mutu pelayanan. Terutama, pelayanan di fasilitas kesehatan yang bermitra dengan instansinya. Dia menyebut operasi katarak tidak tergolong operasi yang harus disegerakan demi keselamatan nyawa, tetapi operasi elektif.

”Bisa diatur, dijadwalkan. Bergantung riwayat kesehatan pasien. Seperti pemeriksaan gula darah, tensi, dan sebagainya,” ungkap Dyah.

Di samping itu, lanjut dia, operasi katarak bagi pasien BPJS juga mempertimbangkan kapasitas rumah sakit. Mulai jumlah dokter yang bisa melakukan operasi, durasi waktu operasi, dan ketersediaan alat.

Menurut Dyah, semua aspek itu harus diperhitungkan. Bila tidak, BPJS justru khawatir akan berdampak mutu pelayanan kurang maksimal. Kalau kebanyakan pasien langsung diterima, tanpa diatur lebih dulu, kapasitas fasilitas kesehatannya bisa overload.

”Dampaknya bisa memicu infeksi nosokomial. Nah, jangan sampai itu terjadi. Makanya kami juga punya tanggung jawab melindungi pasien,” tandas Dyah. (tom/far)

Kepala BPJS Kesehatan Pasuruan Dyah Miryanti menjelaskan, kebijakan itu sedianya bertujuan menjaga mutu pelayanan. Terutama, pelayanan di fasilitas kesehatan yang bermitra dengan instansinya. Dia menyebut operasi katarak tidak tergolong operasi yang harus disegerakan demi keselamatan nyawa, tetapi operasi elektif.

”Bisa diatur, dijadwalkan. Bergantung riwayat kesehatan pasien. Seperti pemeriksaan gula darah, tensi, dan sebagainya,” ungkap Dyah.

Di samping itu, lanjut dia, operasi katarak bagi pasien BPJS juga mempertimbangkan kapasitas rumah sakit. Mulai jumlah dokter yang bisa melakukan operasi, durasi waktu operasi, dan ketersediaan alat.

Menurut Dyah, semua aspek itu harus diperhitungkan. Bila tidak, BPJS justru khawatir akan berdampak mutu pelayanan kurang maksimal. Kalau kebanyakan pasien langsung diterima, tanpa diatur lebih dulu, kapasitas fasilitas kesehatannya bisa overload.

”Dampaknya bisa memicu infeksi nosokomial. Nah, jangan sampai itu terjadi. Makanya kami juga punya tanggung jawab melindungi pasien,” tandas Dyah. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/