alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Pasien Katarak di Kota Pasuruan Waswas Giliran Operasi

PASURUAN, Radar Bromo – Warga Kota Pasuruan yang memerlukan operasi katarak cemas. RSUD dr R Soedarsono yang menjadi satu-satunya rumah sakit pemerintah tidak bisa melakukan tindakan dalam jumlah banyak. Dalam sebulan, tindakan operasi dibatasi hanya untuk enam pasien.

Salah satu penderita katarak, Mn, mengaku kecewa. Apalagi, usianya sudah lanjut, 66 tahun. Warga Kecamatan Panggungrejo itu khawatir dengan kesehatannya apabila keluhan penglihatannya tak segera dioperasi.

”Kedua mata saya sudah kena. Yang paling parah sebelah kanan,” ungkapnya.

Mn sebenarnya sudah cukup lama memeriksakan kesehatan matanya di Poli Mata RSUD dr R Soedarsono. Bahkan, pemeriksaan untuk tindakan operasi sudah dijalani. Mulai cek darah, jantung, dan sebagainya. Semula, dia dijadwalkan operasi pada 9 Mei. Tapi, operasi dibatalkan.

”Alasannya, kuota dari BPJS melebihi target. Jadi, bukan saya saja, semua pasien yang dijadwalkan operasi bulan Mei ini ditunda,” kata dia.

Mn sendiri tak tahu pasti kapan dirinya mendapat giliran operasi. Pihak rumah sakit hanya menyampaikan, jadwal ditentukan sampai ada panggilan berikutnya. Tapi, sampai sekarang, belum ada panggilan. Dia hanya berharap segera mendapat jadwal operasi.

”Saya sudah nggak banyak beraktivitas. Karena penglihatan kabur,” jelasnya.

PASURUAN, Radar Bromo – Warga Kota Pasuruan yang memerlukan operasi katarak cemas. RSUD dr R Soedarsono yang menjadi satu-satunya rumah sakit pemerintah tidak bisa melakukan tindakan dalam jumlah banyak. Dalam sebulan, tindakan operasi dibatasi hanya untuk enam pasien.

Salah satu penderita katarak, Mn, mengaku kecewa. Apalagi, usianya sudah lanjut, 66 tahun. Warga Kecamatan Panggungrejo itu khawatir dengan kesehatannya apabila keluhan penglihatannya tak segera dioperasi.

”Kedua mata saya sudah kena. Yang paling parah sebelah kanan,” ungkapnya.

Mn sebenarnya sudah cukup lama memeriksakan kesehatan matanya di Poli Mata RSUD dr R Soedarsono. Bahkan, pemeriksaan untuk tindakan operasi sudah dijalani. Mulai cek darah, jantung, dan sebagainya. Semula, dia dijadwalkan operasi pada 9 Mei. Tapi, operasi dibatalkan.

”Alasannya, kuota dari BPJS melebihi target. Jadi, bukan saya saja, semua pasien yang dijadwalkan operasi bulan Mei ini ditunda,” kata dia.

Mn sendiri tak tahu pasti kapan dirinya mendapat giliran operasi. Pihak rumah sakit hanya menyampaikan, jadwal ditentukan sampai ada panggilan berikutnya. Tapi, sampai sekarang, belum ada panggilan. Dia hanya berharap segera mendapat jadwal operasi.

”Saya sudah nggak banyak beraktivitas. Karena penglihatan kabur,” jelasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/