alexametrics
26 C
Probolinggo
Friday, 20 May 2022

Retribusi Pasar di Kota Pasuruan Baru Tercapai Segini

PASURUANRadar Bromo – Pendapatan asli daerah (PAD) dari pasar tradisional di Kota Pasuruan diproyeksikan naik. Pemkot Pasuruan lebih berani menggenjot pendapatan dari penarikan retribusi pelayanan pasar itu. Seluruh potensi lebih dimaksimalkan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah berharap target pendapatan retribusi pasar tahun ini bisa terpenuhi. Dibandingkan dengan 2021 lalu, target saat ini lebih tinggi Rp 264 juta lebih. Pada 2022 ini, Disperindag sudah menetapkan target pendapatan Rp 1.584.294.492. Yang paling besar, target pendapatan retribusi kios Rp 1,2 miliar.

”Tahun ini kami harapkan bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Menurut Yanuar, kenaikan target pendapatan dari pasar itu tetap rasional. Dinasnya menetapkan target berdasar potensi pendapatan enam pasar tradisional. Yakni, Pasar Besar, Kebonagung, Poncol, Gadingrejo, Karangketug, dan Pasar Mebel.  ”Kenaikan target ini tetap berdasar perhitungan potensi di lapangan,” ungkap dia.

Hanya, dalam tiga bulan pertama tahun ini, realisasi pendapatan memang belum terlihat. Selama Januari hingga Maret, baru terkumpul Rp 383.935.618 dari penarikan retribusi pasar. Sebagian besar, senilai Rp 291 juta, didapat dari retribusi kios pedagang.

”Jadi, triwulan pertama realisasinya masih 24 persen dari target,” ujarnya. Yanuar menyatakan, tetap optimistis pendapatan retribusi pasar bisa mencapai target. (tom/far)

PASURUANRadar Bromo – Pendapatan asli daerah (PAD) dari pasar tradisional di Kota Pasuruan diproyeksikan naik. Pemkot Pasuruan lebih berani menggenjot pendapatan dari penarikan retribusi pelayanan pasar itu. Seluruh potensi lebih dimaksimalkan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah berharap target pendapatan retribusi pasar tahun ini bisa terpenuhi. Dibandingkan dengan 2021 lalu, target saat ini lebih tinggi Rp 264 juta lebih. Pada 2022 ini, Disperindag sudah menetapkan target pendapatan Rp 1.584.294.492. Yang paling besar, target pendapatan retribusi kios Rp 1,2 miliar.

”Tahun ini kami harapkan bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Menurut Yanuar, kenaikan target pendapatan dari pasar itu tetap rasional. Dinasnya menetapkan target berdasar potensi pendapatan enam pasar tradisional. Yakni, Pasar Besar, Kebonagung, Poncol, Gadingrejo, Karangketug, dan Pasar Mebel.  ”Kenaikan target ini tetap berdasar perhitungan potensi di lapangan,” ungkap dia.

Hanya, dalam tiga bulan pertama tahun ini, realisasi pendapatan memang belum terlihat. Selama Januari hingga Maret, baru terkumpul Rp 383.935.618 dari penarikan retribusi pasar. Sebagian besar, senilai Rp 291 juta, didapat dari retribusi kios pedagang.

”Jadi, triwulan pertama realisasinya masih 24 persen dari target,” ujarnya. Yanuar menyatakan, tetap optimistis pendapatan retribusi pasar bisa mencapai target. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/