Ratusan Desa di Kabupaten Pasuruan Tak Lunasi PBB

TAAT PAJAK: Seorang nelayan di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, memperbaiki jaringnya, beberapa waktu lalu. Tahun kemarin, sejumlah desa di Kecamatan Lekok lunas PBB 100 persen. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO, Radar Bromo – Sepanjang 2019, penerimaan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 71,1 miliar. Dari jumlah itu, jumlah desa yang PBB-nya lunas 100 persen mencapai 144 desa. Jumlah desa ini menurun dibanding tahun sebelumnya.

Kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan Mokhammad Syafi’i mengatakan, penerimaan PBB cukup bagus. Meski dalam Perubahan APBD 2019 ada kenaikan target dari Rp 66 miliar menjadi Rp 70 miliar. “Realisasi penerimaan cukup bagus bisa mencapai Rp 71,1 miliar atau 101,6 persen dari target Rp 70 miliar,” ujarnya.

Jumlah ini terus naik dibandingkan 2018. Pada 2018 dengan target Rp 66 miliar, tercapai Rp 69,4 miliar. Kendati naik, dari jumlah desa yang lunas 100 persen sedikit menurun. Pada 2018, jumlah desa yang lunas 100 persen mencapai 145 desa. Namun, pada 2019 berkurang satu desa atau hanya 144 desa yang PBB-nya lunas 100 persen.

Menurutnya, makin tingginya realisasi penerimaan PBB karena kesadaran masyarakat untuk membayar PBB juga semakin baik. Serta, karena keaktifan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan, serta adanya program jemput bola yang dilakukan BKD untuk memberikan pelayanan pembayaran PBB. “Dari BKD Kabupaten Pasuruan di akhir tahun juga gencar dengan mobil keliling melakukan operasi pembayaran PBB ke masyarakat,” ujarnya.

Dari catatan BKD Kabupaten Pasuruan, dari jumlah desa yang lunas 100 persen itu di antaranya berada di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Lekok, Tosari, dan Kecamatan Pohjentrek. Sedangkan, di daerah lain rata-rata tingkat kepatuhan pembayaran PBB di kisaran 80 persen. (eka/rud)