7.933 Anak di Kota Pasuruan Belum Kantongi KIA

PASURUAN, Radar Bromo – Jumlah anak-anak di Kota Pasuruan mencapai 59.101 orang. Dari jumlah itu, 86,58 persen sudah mengantongi Kartu Identitas Anak (KIA). Atau, masih ada 7.933 orang yang belum memilikinya.

Kepala Bidang Pelayanan Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pasuruan Arfat Kusaeri mengaku terus mendorong kepemilikan KIA bagi anak berusia kurang dari 17 tahun. “Secara administrasi kependudukan, KIA ini sama dengan kartu tanda penduduk (KTP). Makanya, kami terus mendorong agar anak-anak di Kota Pasuruan memiliki KIA,” ujarnya.

Berdasarkan Permendagri Nomor 2/2016, kepemilikan KIA bisa untuk melindungi pemenuhan hak anak, menjamin akses sarana umum, serta mencegah terjadinya perdagangan anak. Karenanya, pelayanan KIA selama ini digencarkan.

Bahkan, Arfat mengatakan, pihaknya melakukan upaya jemput bola agar kepemilikan KIA bisa maksimal. Pelayanan tidak hanya terpusat di kantor dinas. Melainkan juga dilakukan secara mobile hingga pendataan ke sekolah-sekolah. “Dari jumlah anak saat ini yang mencapai 59.101, cakupan KIA sudah 86,58 persen,” ujar Arfat.

Artinya, di Kota Pasuruan, anak-anak yang sudah memiliki KIA mencapai 51.168 orang. Dengan rincian, 26.132 laki-laki dan 25.036 perempuan. Sedangkan, yang belum memiliki KIA sebanyak 7.933 orang.

Menurut Arfat, selama ini bentuk KIA yang diterbitkan terdiri dalam dua bentuk berbeda. Umumnya, KIA disertai foto anak. Ada juga yang diterbitkan tanpa foto, namun hanya berlaku bagi anak yang usianya kurang dari 5 tahun. Meski begitu, fungsinya sama. (tom/rud)