alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Serunya Dolanan Anak-Anak Zaman Dulu

PASURUAN, Radar Bromo – Permainan tradisional begitu asyik. Namun, dolanan anak-anak zaman dulu itu kini tidak banyak lagi dinikmati anak-anak sekarang. Bocah-bocah zaman now lebih gandrung pada gawai.

Santri-santri Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah punya cara tersendiri agar permainan tradisional tetap membumi. Sekaligus tetap dikenal anak masa kini. Mereka menggelar festival bertajuk Dolanan Yok. Sudah enam tahun terakhir ini festival itu diadakan.

”Alhamdulillah, kali ini bisa digelar secara offline. Tahun lalu harus secara virtual karena pertimbangan pandemi,” kata Widad Bariroh, pembina OSIS Bayt Al-Hikmah, di sela-sela pembukaan Festival Dolanan Yok, Jumat (28/1).

Ning Widad –sapaannya- menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya bagi para siswa. Festival Dolanan Yok menjadi salah satu kegiatan rutin yang dikemas dalam bentuk lomba. Pesertanya ialah anak-anak SD dan MI di Kabupaten maupun Kota Pasuruan.

”Dan, memang di jenjang SD-MI, permainan tradisional pun masuk kurikulum materi olahraga. Sehingga festival ini juga sinkron dengan pembelajaran siswa,” jelasnya.

Beberapa jenis permainan tradisional yang dilombakan, antara lain, bola tembak, egrang, benteng-bentengan, patil lele, dan gobak sodor. Widad menyatakan, permainan tradisional itu bukan sekadar sarana bermain. Semuanya memiliki filosofi masing-masing.

”Kami ingin mengajak anak-anak merasakan bagaimana bahagianya bermain permainan tradisional,” ungkapnya.

PASURUAN, Radar Bromo – Permainan tradisional begitu asyik. Namun, dolanan anak-anak zaman dulu itu kini tidak banyak lagi dinikmati anak-anak sekarang. Bocah-bocah zaman now lebih gandrung pada gawai.

Santri-santri Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah punya cara tersendiri agar permainan tradisional tetap membumi. Sekaligus tetap dikenal anak masa kini. Mereka menggelar festival bertajuk Dolanan Yok. Sudah enam tahun terakhir ini festival itu diadakan.

”Alhamdulillah, kali ini bisa digelar secara offline. Tahun lalu harus secara virtual karena pertimbangan pandemi,” kata Widad Bariroh, pembina OSIS Bayt Al-Hikmah, di sela-sela pembukaan Festival Dolanan Yok, Jumat (28/1).

Ning Widad –sapaannya- menyampaikan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya bagi para siswa. Festival Dolanan Yok menjadi salah satu kegiatan rutin yang dikemas dalam bentuk lomba. Pesertanya ialah anak-anak SD dan MI di Kabupaten maupun Kota Pasuruan.

”Dan, memang di jenjang SD-MI, permainan tradisional pun masuk kurikulum materi olahraga. Sehingga festival ini juga sinkron dengan pembelajaran siswa,” jelasnya.

Beberapa jenis permainan tradisional yang dilombakan, antara lain, bola tembak, egrang, benteng-bentengan, patil lele, dan gobak sodor. Widad menyatakan, permainan tradisional itu bukan sekadar sarana bermain. Semuanya memiliki filosofi masing-masing.

”Kami ingin mengajak anak-anak merasakan bagaimana bahagianya bermain permainan tradisional,” ungkapnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/