Belum Ada Kejelasan Terkait Penambahan Rusunawa di Kota Pasuruan

ANTREAN CUKUP BANYAK: Rusunawa Tembokrejo yang saat ini sudah penuh. Pemkot berharap kembali dapat bantuan pembangunan 3 unit rusunawa lagi. Namun, sejauh ini belum ada jawaban dari pemerintah pusat. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Jumlah rumah susun sewa (rusunawa) di Kota Pasuruan dipastikan tak bertambah tahun ini. Sebab, sejauh ini pengajuan rusunawa baru yang disampaikan oleh pemkot belum mendapatkan jawaban dari Pemerintah Pusat.

Kabid Perumahan pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pasuruan Budi Santoso mengungkapkan, pihaknya tahun lalu sempat mengajukan pembangunan rusunawa baru pada pemerintah pusat. Namun, sampai saat ini belum ada jawaban.

Ia menjelaskan, pada tahun lalu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sempat mengalihkan alokasi rusunawa untuk pembangunan pondok pesantren (ponpes). Sementara tahun ini, pihaknya belum tahu alasan permintaan pemkot belum dijawab. Diprediksi, saat ini sudah banyak daerah yang mengajukan pembangunan rusunawa.

“Sementara belum ada kabar. Cuma pada tahun lalu, pusat sempat mengalihkan untuk ponpes. Kalau tahun ini kami belum tahu,” ungkapnya.

Budi menjelaskan, untuk sementara jumlah rusunawa yang dimiliki oleh pemkot sebanyak tiga buah. Yakni di Petahunan, Tambaan, dan Tembokrejo.

Jumlah itu dinilai Budi masih kurang. Pasalnya, saat ini antrean masyarakat yang ingin menyewa di rusunawa sudah mencapai 200 orang. Sedangkan lokasi yang ada saat ini masih memungkinkan untuk menambah rusunawa minimal tiga unit lagi di Tembokrejo dan Petahunan.

“Kami masih memiliki lahan kosong di dekat rusunawa yang ada. Yakni, di Tembokrejo masih bisa untuk dua buah rusunawa dan Petahunan bisa untuk satu buah lagi,” harap Budi. (riz/mie)