alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Gelandangan di Kota Pasuruan Dirazia, lalu Dipulangkan

PASURUAN, Radar Bromo – Keberadaan gelandangan yang menetap di sembarang tempat, jadi perhatian Satpol PP Kota Pasuruan. Senin (27/12), lima gelandangan diamankan.

Petugas penegak perda mengamankan mereka di Jalan Belitung, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo. Saban hari, lima gelandangan tersebut memang menetap di sana. “Mereka menempati pelataran ruko untuk dijadikan tempat tinggal,” kata Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Nur Fadholi.

Saat didatangi petugas, kelima gelandangan itu hanya pasrah. Dua di antaranya yang juga membuka lapak di kawasan tersebut juga turut diamankan. Mereka merupakan warga Kota Pasuruan. Namun selama ini, dua penjual kopi itu juga tidur di depan pelataran ruko. “Padahal, warga kota. Tetapi, selama ini jadi gelandangan di sana. Jualan kopi dan tidur di tempat itu,” katanya.

Keberadaan gelandangan di kawasan tersebut, kata Fadholi, cukup meresahkan masyarakat. Terlebih saat malam hari. Pihaknya kerap mendengar informasi jika kawasan tersebut sering dijadikan tempat nongkrong dan mabuk-mabukan. “Makanya kami bertindak supaya kawasan itu lebih tertib. Dan tidak kumuh lagi,” jelas Fadholi.

Kelima gelandangan tersebut kemudian dibawa ke Mako Satpol PP di Jalan Gajahmada. Fadholi menyebut, dua gelandangan asal Kota Pasuruan sudah dipulangkan. Dia meminta keduanya membuat surat pernyataan agar tak kembali menjadi gelandangan. “Sudah diserahkan ke keluarga disaksikan pihak kelurahan,” katanya.

Sementara tiga gelandangan yang lain, tercatat sebagai warga Jember dan Sulawesi. Fadholi menyebut, ketiga gelandangan itu dibina terlebih dahulu kemudian diserahkan ke Dinas Sosial. “Untuk proses pemulangan ke daerah asalnya kami serahkan ke Dinsos,” tandasnya. (tom/mie)

PASURUAN, Radar Bromo – Keberadaan gelandangan yang menetap di sembarang tempat, jadi perhatian Satpol PP Kota Pasuruan. Senin (27/12), lima gelandangan diamankan.

Petugas penegak perda mengamankan mereka di Jalan Belitung, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggungrejo. Saban hari, lima gelandangan tersebut memang menetap di sana. “Mereka menempati pelataran ruko untuk dijadikan tempat tinggal,” kata Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Nur Fadholi.

Saat didatangi petugas, kelima gelandangan itu hanya pasrah. Dua di antaranya yang juga membuka lapak di kawasan tersebut juga turut diamankan. Mereka merupakan warga Kota Pasuruan. Namun selama ini, dua penjual kopi itu juga tidur di depan pelataran ruko. “Padahal, warga kota. Tetapi, selama ini jadi gelandangan di sana. Jualan kopi dan tidur di tempat itu,” katanya.

Keberadaan gelandangan di kawasan tersebut, kata Fadholi, cukup meresahkan masyarakat. Terlebih saat malam hari. Pihaknya kerap mendengar informasi jika kawasan tersebut sering dijadikan tempat nongkrong dan mabuk-mabukan. “Makanya kami bertindak supaya kawasan itu lebih tertib. Dan tidak kumuh lagi,” jelas Fadholi.

Kelima gelandangan tersebut kemudian dibawa ke Mako Satpol PP di Jalan Gajahmada. Fadholi menyebut, dua gelandangan asal Kota Pasuruan sudah dipulangkan. Dia meminta keduanya membuat surat pernyataan agar tak kembali menjadi gelandangan. “Sudah diserahkan ke keluarga disaksikan pihak kelurahan,” katanya.

Sementara tiga gelandangan yang lain, tercatat sebagai warga Jember dan Sulawesi. Fadholi menyebut, ketiga gelandangan itu dibina terlebih dahulu kemudian diserahkan ke Dinas Sosial. “Untuk proses pemulangan ke daerah asalnya kami serahkan ke Dinsos,” tandasnya. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/