alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Ternyata Istri yang Gorok Suaminya Dibantu Pelaku Lain

NGULING, Radar Bromo – Silvia Anggraini, 39, ternyata tidak beraksi sendirian saat menggorok leher suaminya, Eko Setyo Budi, 39. Pembunuhan yang terjadi di Desa/Kecamatan Nguling pada Kamis (29/10) itu, dibantu Andik Harianto, 30.

Andik yang asal Desa Cukurgondang, Kecamatan Nguling bukan orang asing bagi Silvia. Mereka masih punya hubungan saudara. Selain itu, Andik berteman dengan korban.

Pada malam kejadian, Andik menginap di rumah korban bersama seorang temannya. Dia berperan sebagai eksekutor dalam membunuh korban. Sementara Silvia adalah otak pembunuhan tersebut.

Andik lah yang menggorok leher korban menggunakan pisau dapur. Usai melakukan aksinya tersebut, Andik meminta pada Silvia agar namanya tidak disebut pada pihak kepolisian.

Namun, akhirnya siasat busuk Silvia dan Andik terbongkar juga. Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto Polres Pasuruan menyebut, awalnya Andik adalah saksi. Dia dijadikan saksi, karena malam kejadian menginap di rumah korban.

MEREGANG NYAWA: Eko Setyo Budi yang ditemukan tewas bersimbah darah beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Namun, setelah dilakukan pengembangan terangkap bahwa Andik terlibat dalam pembunuhan korban. Dia menjadi eksekutornya.

Endy lebih jauh menjelaskan, pada 29 Oktober atau pada malam pembunuhan, Silvia curhat pada Andik. Dia mengaku kesal dengan perbuatan korban. Ia pun meminta Andik melakukan sesuatu pada korban. Andik pun mengiyakan sembari mengganggukkan kepala.

“Silvia ini bilang bahwa dia sudah tidak kuat dengan perbuatan yang dilakukan korban padanya. Dan ia meminta Andik untuk menghabisi korban dengan memukulnya atau dengan cara lain,” ungkap Endy.

Sekitar pukul 04.45, Silvia memanggil Andik dengan isyarat tangan. Saat itu dia meminta Andik agar memukul korban dengan pentungan dengan dalih agar ia bisa mengambil uang dan pergi dari rumahnya.

Silvia lantas masuk ke kamar sebelah timur sekitar 3 meter dari korban. Sementara Andik melakukan eksekusi dengan cara menggorok leher korban Eko menggunakan pisau dapur.

Setelah melakukan aksinya, Andik mengancam Silvia agar namanya tidak disebut. Karena diancam, Silvia bersama Andik keluar rumah untuk melapor pada Ketua RT. Namun, tidak sampai dibukakan pintu. Mereka lantas mencari bantuan ke tetangga sekitar dan mengatakan bahwa korban meninggal karena bunuh diri.

Setelah dilakukan penyelidikan pada 31 Oktober, Silvia mengakui bahwa dirinya yang membunuh korban. Sementara petugas usai melakukan pemeriksaan dan penyelidikan pada Silvia, lantas mengirim sampel darah yang menempel di kuku tangan dan celana pendek Andik ke Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya. Hasilnya diketahui, darah di kuku tangan kanan dan kiri serta di celana Andik mempunyai profil DNA yang sama dengan darah korban.

Selanjutnya penyidik melakukan gelar perkara pada 25 November. Dari gelar perkara ini, penyidik menetapkan Andik yang berstatus sebagai saksi menjadi tersangka.

“Selanjutnya dia ditangkap di rumahnya. Ia dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara,” sebut Endy. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU