alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Sekolah Diminta Edukasi Wali Murid Jika Ada yang Larang Anak Divaksin

PASURUAN, Radar Bromo – Vaksinasi pelajar SMP di Kabupaten Pasuruan mencapai 55 persen. Artinya, sudah separo lebih siswa yang sudah divaksin.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan Ninuk Ida Suryani mengatakan, program vaksinasi pelajar SMP ditujukan untuk siswa sekolah negeri maupun swasta. Jumlah murid SMP negeri dan swasta sekitar 40.576 siswa.

”Sejauh ini sekitar 55,62 persen telah divaksin dari total target,” katanya. Ninuk yakin jumlah pelajar yang sudah divaksin sebenarnya melebihi angka tersebut. Apalagi, Pemkab Pasuruan sendiri gencar melakukan program vaksinasi kolaborasi. Vaksinasi menggandeng instansi pemerintah, organisasi, dan sebagainya.

”Kami yakni lebih. Vaksinasi kan terus dilakukan ya. Jadi, pasti ada update data terbaru,” tuturnya.

Perjalanan vaksinasi pelajar SMP tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa tantangan. Misalnya, ada siswa yang tidak diizinkan oleh orang tuanya untuk divaksin. Untuk menangani hambatan tersebut, Dispendik mengimbau sekolah agar mengedukasi wali murid. Sehingga orang tua mengizinkan anak mereka untuk divaksin.

”Bukan menolak. Tapi, ada siswa yang tidak diizinkan. Jumlahnya tidak banyak,” ungkap Ninuk.

PASURUAN, Radar Bromo – Vaksinasi pelajar SMP di Kabupaten Pasuruan mencapai 55 persen. Artinya, sudah separo lebih siswa yang sudah divaksin.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan Ninuk Ida Suryani mengatakan, program vaksinasi pelajar SMP ditujukan untuk siswa sekolah negeri maupun swasta. Jumlah murid SMP negeri dan swasta sekitar 40.576 siswa.

”Sejauh ini sekitar 55,62 persen telah divaksin dari total target,” katanya. Ninuk yakin jumlah pelajar yang sudah divaksin sebenarnya melebihi angka tersebut. Apalagi, Pemkab Pasuruan sendiri gencar melakukan program vaksinasi kolaborasi. Vaksinasi menggandeng instansi pemerintah, organisasi, dan sebagainya.

”Kami yakni lebih. Vaksinasi kan terus dilakukan ya. Jadi, pasti ada update data terbaru,” tuturnya.

Perjalanan vaksinasi pelajar SMP tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa tantangan. Misalnya, ada siswa yang tidak diizinkan oleh orang tuanya untuk divaksin. Untuk menangani hambatan tersebut, Dispendik mengimbau sekolah agar mengedukasi wali murid. Sehingga orang tua mengizinkan anak mereka untuk divaksin.

”Bukan menolak. Tapi, ada siswa yang tidak diizinkan. Jumlahnya tidak banyak,” ungkap Ninuk.

MOST READ

BERITA TERBARU

/