alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Minta Pemkot Sewa Hotel Sebagai Tempat Karantina Pasien

PURWOREJO, Radar Bromo – Pelayanan kesehatan bagi pasien terpapar Covid-19 di Kota Pasuruan mendapat catatan tebal dari DPRD setempat. Keberadaan Gedung Gradika yang menjadi tempat karantina pasien, dinilai tak layak. Karena itu, Pemkot diminta mencari lokasi baru yang lebih layak dari sisi kesehatan.

Anggota Komisi I DPRD Kota Pasuruan R Imam Joko Sih Nugroho menyebut tempat karantina pasien harus mendapat perhatian serius oleh Pemkot. Menurutnya, Pemkot bisa menyediakan tempat karantina yang lebih layak bagi pasien. Ketimbang yang ada di Gedung Gradika saat ini.

“Mereka yang dikarantina tidak hanya perlu diberi pelayanan kesehatan. Kondisi psikis pasien juga harus benar-benar dijaga. Jangan sampai mereka menjalani karantina, tetapi malah drop psikisnya,” terang Imam.

Hal itu disampaikan mengingat banyaknya aduan yang selama ini masuk ke DPRD terkait rumah singgah tersebut. Terutama dari keluarga pasien yang sempat menjalani karantina di rumah singgah. Mereka menilai keberadaan rumah singgah tidak layak. Imam menyayangkan banyaknya aduan itu. Padahal, dengan anggaran yang relatif besar, Pemkot bisa menyediakan fasilitas karantina yang jauh lebih memadai.

“Terakhir dana Covid-19 itu Rp 81 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, kondisi rumah singgah Gradika maupun shelter kecamatan banyak mendapat keluhan masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya bahkan menerima aduan keluarga pasien yang menyebut tempat tidur pasien ada yang rusak. “Itu dibeli dengan anggaran Rp 1 juta, tapi ada keluhan sekarang sudah amblek,” jelasnya.

Imam lalu meminta Pemkot menyediakan tempat karantina yang lebih layak. “Ada daerah yang sampai menyewa hotel untuk karantina pasien. Kenapa kita tidak bisa? Kalau memang dibutuhkan, dan anggarannya tersedia seharusnya Pemkot melakukan itu,” pintanya.

Pj Sekda Kota Pasuruan Anom Surahno mengaku akan mengevaluasi pelayanan kesehatan terkait Covid-19 selama ini. Termasuk juga mengenai kelayakan tempat karantina di rumah singgah Gradika dan beberapa shelter kecamatan. Dia juga menerima masukan DPRD untuk mencari lokasi baru sebagai tempat karantina.

“Pada 2021 nanti harus selesai yang ada di Gradika. Sejauh ini, ada gambaran untuk pasien Covid-19 ditempatkan di hotel memang,” ungkap Anom. (tom/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Pelayanan kesehatan bagi pasien terpapar Covid-19 di Kota Pasuruan mendapat catatan tebal dari DPRD setempat. Keberadaan Gedung Gradika yang menjadi tempat karantina pasien, dinilai tak layak. Karena itu, Pemkot diminta mencari lokasi baru yang lebih layak dari sisi kesehatan.

Anggota Komisi I DPRD Kota Pasuruan R Imam Joko Sih Nugroho menyebut tempat karantina pasien harus mendapat perhatian serius oleh Pemkot. Menurutnya, Pemkot bisa menyediakan tempat karantina yang lebih layak bagi pasien. Ketimbang yang ada di Gedung Gradika saat ini.

“Mereka yang dikarantina tidak hanya perlu diberi pelayanan kesehatan. Kondisi psikis pasien juga harus benar-benar dijaga. Jangan sampai mereka menjalani karantina, tetapi malah drop psikisnya,” terang Imam.

Hal itu disampaikan mengingat banyaknya aduan yang selama ini masuk ke DPRD terkait rumah singgah tersebut. Terutama dari keluarga pasien yang sempat menjalani karantina di rumah singgah. Mereka menilai keberadaan rumah singgah tidak layak. Imam menyayangkan banyaknya aduan itu. Padahal, dengan anggaran yang relatif besar, Pemkot bisa menyediakan fasilitas karantina yang jauh lebih memadai.

“Terakhir dana Covid-19 itu Rp 81 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, kondisi rumah singgah Gradika maupun shelter kecamatan banyak mendapat keluhan masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya bahkan menerima aduan keluarga pasien yang menyebut tempat tidur pasien ada yang rusak. “Itu dibeli dengan anggaran Rp 1 juta, tapi ada keluhan sekarang sudah amblek,” jelasnya.

Imam lalu meminta Pemkot menyediakan tempat karantina yang lebih layak. “Ada daerah yang sampai menyewa hotel untuk karantina pasien. Kenapa kita tidak bisa? Kalau memang dibutuhkan, dan anggarannya tersedia seharusnya Pemkot melakukan itu,” pintanya.

Pj Sekda Kota Pasuruan Anom Surahno mengaku akan mengevaluasi pelayanan kesehatan terkait Covid-19 selama ini. Termasuk juga mengenai kelayakan tempat karantina di rumah singgah Gradika dan beberapa shelter kecamatan. Dia juga menerima masukan DPRD untuk mencari lokasi baru sebagai tempat karantina.

“Pada 2021 nanti harus selesai yang ada di Gradika. Sejauh ini, ada gambaran untuk pasien Covid-19 ditempatkan di hotel memang,” ungkap Anom. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/