alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Berantas Kusta ke Pelosok Desa, Puskesmas Nguling Punya Inovasi Ini

NGULING, Radar Bromo – Jumlah penderita kusta tahun 2019 di wilayah Puskesmas Nguling masih tinggi. Bahkan menempati urutan ke-3 se-Kabupaten Pasuruan dengan prevalensi 3,27 per-10.000 penduduk. Stigma masyarakat masih tinggi dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke petugas kesehatan (Puskesmas).

Dari permasalahan tersebut, Puskesmas Nguling melakukan pendekatan dengan masyarakat di desa-desa di Kecamatan Nguling. Caranya, dengan melibatkan perangkat desa dan kader-kader serta tokoh masyarakat untuk bersama mendukung Puskesmas Nguling dalam menurunkan angka penderita kusta dan stigma di masyarakat, melalui penyuluhan di setiap desa.

Setelah melalui beberapa tahapan koordinasi, diharapkan dapat disepakati jadwal kegiatan dan jumlah kader yang ikut, serta terciptanya program kerja inovasi Bebaskan Nguling dari Kusta Mandiri bersama Masyarakat (BENGKURA MAS). Program ini meliputi sosialisasi, rebek desa, Kelompok Perawatan Diri (KPD), Kampanye Kusta, Monitoring dan Evaluasi.

“Dengan inovasi BENGKURA MAS, menjadikan Kecamatan Nguling bebas dari penyakit kusta serta hilangnya stigma di masyarakat, yang menjadikan kusta sebagai salah satu momok di masyarakat. Masyarakat Nguling tidak takut lagi mendekati penderita kusta, bahkan ikut serta dalam kegiatan KPD untuk pengobatan secara rutin sampai selesai,” beber dr. Eko Santoso Machfur Kepala UPT Puskesmas Nguling.

Saat ini Puskesmas Nguling telah bekerja sama dengan LINKSOS (Lingkar Sosial). Dukungan yang diberikan organisasi penggerak inklusi tersebut, dalam bentuk pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas sosial dalam pembangunan inklusif. Kerja sama disepakati dalam pertemuan kedua belah pihak sejak 27 Agustus 2020 di Puskesmas Nguling.

“Tujuan selanjutnya adalah sebagai upaya penemuan penderita baru sedini mungkin dan sebanyak mungkin. Agar jangan sampai cacat dengan pemberian obat secara rutin. Dengan harapan tidak ada lagi penderita yang mogok minum obat untuk menghindari defaulter. Juga menghilangkan stigma di masyarakat tentang penyakit serta penderita kusta dengan cara sosialisasi bersama kader kesehatan dan tokoh masyarakat,” kata Eko Santoso Machfur. (riz/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.