alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Asuransi Nelayan Masih Minim Peminat di Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Sampai akhir Oktober ini, jumlah pengajuan asuransi nelayan di Kabupaten Pasuruan masih nihil. Kendati rutin dilakukan sosialisasi bahwa asuransi tetap dibuka sepanjang tahun, namun nelayan masih enggan mendaftar.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Tri Irawati Omar Dhani mengatakan, masih sepinya peminat asuransi nelayan tahun ini lantaran kuota gratis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memang tidak ada. Kuota ini rencananya ditunda untuk tahun depan.

“Setelah dipastikan tidak ada kuota asuransi gratis dari pusat, sehingga yang dibuka hanya asuransi mandiri. Dan hal ini yang membuat salah satu sebab nelayan enggan mendaftar karena harus membayar sendiri preminya,” terang Tri Irawati.

Sejauh ini, memang ada 1-2 nelayan yang menanyakan terkait asuransi nelayan mandiri. Namun, sampai kemarin memang masih belum ada yang mendaftar secara resmi.

Sehingga tercatat tahun 2020 ini belum ada yang mendaftar asuransi nelayan. Masih belum adanya yang mendaftar asuransi nelayan mandiri.

Pilihan mengajukan asuransi memang tidak wajib. Namun karena pekerjaan nelayan dinilai berisiko tinggi. Asuransi sejatinya bisa menjadi pilihan jika ada kecelakaan kerja bahkan kematian saat bekerja di laut.

Tercatat jika dibandingkan 2019 lalu, awal tahun tercatat sudah ada 10 nelayan yang mendaftar asuransi mandiri. Namun tahun ini sampai akhir Oktober memang masih kosong.

Masih tidak adanya pendaftar ini, diduga karena berbagai sebab. Salah satunya situasi pendapatan nelayan yang menurun karena harga jual ikan murah sehingga antusias melaut turun. Juga kondisi ekonomi yang lesu.

Selain itu kesadaran untuk memproteksi diri saat bekerja juga masih rendah. Untuk premi asuransi mandiri memang beragam mulai dari Rp 75 ribu, Rp 100 ribu dan Rp 175 ribu pertahun. (eka/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Sampai akhir Oktober ini, jumlah pengajuan asuransi nelayan di Kabupaten Pasuruan masih nihil. Kendati rutin dilakukan sosialisasi bahwa asuransi tetap dibuka sepanjang tahun, namun nelayan masih enggan mendaftar.

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Tri Irawati Omar Dhani mengatakan, masih sepinya peminat asuransi nelayan tahun ini lantaran kuota gratis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memang tidak ada. Kuota ini rencananya ditunda untuk tahun depan.

“Setelah dipastikan tidak ada kuota asuransi gratis dari pusat, sehingga yang dibuka hanya asuransi mandiri. Dan hal ini yang membuat salah satu sebab nelayan enggan mendaftar karena harus membayar sendiri preminya,” terang Tri Irawati.

Sejauh ini, memang ada 1-2 nelayan yang menanyakan terkait asuransi nelayan mandiri. Namun, sampai kemarin memang masih belum ada yang mendaftar secara resmi.

Sehingga tercatat tahun 2020 ini belum ada yang mendaftar asuransi nelayan. Masih belum adanya yang mendaftar asuransi nelayan mandiri.

Pilihan mengajukan asuransi memang tidak wajib. Namun karena pekerjaan nelayan dinilai berisiko tinggi. Asuransi sejatinya bisa menjadi pilihan jika ada kecelakaan kerja bahkan kematian saat bekerja di laut.

Tercatat jika dibandingkan 2019 lalu, awal tahun tercatat sudah ada 10 nelayan yang mendaftar asuransi mandiri. Namun tahun ini sampai akhir Oktober memang masih kosong.

Masih tidak adanya pendaftar ini, diduga karena berbagai sebab. Salah satunya situasi pendapatan nelayan yang menurun karena harga jual ikan murah sehingga antusias melaut turun. Juga kondisi ekonomi yang lesu.

Selain itu kesadaran untuk memproteksi diri saat bekerja juga masih rendah. Untuk premi asuransi mandiri memang beragam mulai dari Rp 75 ribu, Rp 100 ribu dan Rp 175 ribu pertahun. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/