alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Data Kependudukan 280 Warga Binaan di Lapas Pasuruan Bermasalah

PASURUAN, Radar Bromo – Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan merespons permintaan vaksinasi bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan. Sebelum divaksin, warga binaan harus lebih dulu dipastikan data kependudukannya.

Karena, nomor induk kependudukan (NIK) merupakan data yang diperlukan bagi siapapun untuk mendapat suntikan vaksin Covid-19. Ternyata, ada 280 warga binaan yang data kependudukannya bermasalah.

Hal itu diketahui setelah lapas mendata warga binaannya. Bahkan, ada warga binaan yang tidak memiliki data NIK. Ada juga yang NIK-nya tidak sesuai data tanggal lahir hingga empat digit terakhir tidak terbaca.

Plt Kepala Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pasuruan Siti Mariyam mengaku mulai menelusuri data kependudukan ratusan warga binaan itu. Pihaknya menurunkan tim untuk melakukan kroscek dan perekaman data kependudukan di lapas.

Menurutnya, permasalahan data kependudukan itu sangat mungkin terjadi. “Kemungkinan sudah pernah perekaman, tetapi kemudian datanya tidak valid. Makanya diperlukan update data,” ujarnya, Senin (27/9).

Tidak semua warga binaan yang perlu diidentifikasi data kependudukannya itu tercatat sebagai warga Kota Pasuruan. Sebagian juga dari luar daerah. Dari 280 warga binaan yang diajukan lapas ke Disdukcapil, ada 59 orang yang tercatat sebagai warga Kota Pasuruan. “Yang sudah punya NIK ada 30 orang,” ujar Mariyam.

Sisanya, 29 orang belum ber-NIK. Karena itu, diperlukan kroscek data melalui iris mata. Hasilnya, ada 27 orang yang data kependudukannya berhasil divalidasi. “Tinggal 2 yang warga kota (Pasuruan) datanya belum ketemu. Kami kroscek by name,” katanya.

PASURUAN, Radar Bromo – Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan merespons permintaan vaksinasi bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasuruan. Sebelum divaksin, warga binaan harus lebih dulu dipastikan data kependudukannya.

Karena, nomor induk kependudukan (NIK) merupakan data yang diperlukan bagi siapapun untuk mendapat suntikan vaksin Covid-19. Ternyata, ada 280 warga binaan yang data kependudukannya bermasalah.

Hal itu diketahui setelah lapas mendata warga binaannya. Bahkan, ada warga binaan yang tidak memiliki data NIK. Ada juga yang NIK-nya tidak sesuai data tanggal lahir hingga empat digit terakhir tidak terbaca.

Plt Kepala Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pasuruan Siti Mariyam mengaku mulai menelusuri data kependudukan ratusan warga binaan itu. Pihaknya menurunkan tim untuk melakukan kroscek dan perekaman data kependudukan di lapas.

Menurutnya, permasalahan data kependudukan itu sangat mungkin terjadi. “Kemungkinan sudah pernah perekaman, tetapi kemudian datanya tidak valid. Makanya diperlukan update data,” ujarnya, Senin (27/9).

Tidak semua warga binaan yang perlu diidentifikasi data kependudukannya itu tercatat sebagai warga Kota Pasuruan. Sebagian juga dari luar daerah. Dari 280 warga binaan yang diajukan lapas ke Disdukcapil, ada 59 orang yang tercatat sebagai warga Kota Pasuruan. “Yang sudah punya NIK ada 30 orang,” ujar Mariyam.

Sisanya, 29 orang belum ber-NIK. Karena itu, diperlukan kroscek data melalui iris mata. Hasilnya, ada 27 orang yang data kependudukannya berhasil divalidasi. “Tinggal 2 yang warga kota (Pasuruan) datanya belum ketemu. Kami kroscek by name,” katanya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/