alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Minta Anggaran ke Provinsi Rp5 M untuk Revitalisasi Pasar Mebel Bukir

PASURUAN, Radar Bromo – Sudah empat tahun insiden kebakaran Pasar Mebel Bukir berlalu. Beberapa kali Pemkot Pasuruan merencanakan revitalisasi pasar tersebut. Namun, upaya itu masih gagal. Kali ini, pemkot kembali merancang revitalisasi pasar yang telah menjadi pusat produk unggulan kota santri ini.

Selama ini, keterbatasan anggaran pemerintah menjadi salah satu kendala. Sehingga revitalisasi Pasar Mebel Bukir belum juga terealisasi. Seolah ada angin segar setelah kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu. Pemkot kembali membuka rencana revitalisasi asetnya tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah menyatakan, revitalisasi pasar mebel memang tak bisa dilakukan tahun ini. Sebab, pemkot belum mengalokasikan anggaran dalam APBD 2021. Namun, Disperindag tengah mengupayakan revitalisasi bisa dilakukan pada 2022.

”Rencananya Pasar Mebel Bukir akan direvitalisasi tahun depan. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” katanya.

Yanuar menjelaskan, anggaran untuk revitalisasi pasar itu direncanakan tidak bersumber dari APBD Kota Pasuruan. Tetapi, lobi ke Provinsi Jawa Timur. Pemkot memang meminta bantuan pemprov untuk merevitalisasi pasar tersebut. Jumlahnya telah dihitung.

”Kami usulkan Rp5 miliar,” kata Yanuar.

Bila usul itu diterima, paling tidak revitalisasi pasar mebel bisa dikerjakan tahun depan. Menurut Yanuar, revitalisasi pasar itu memang perlu. Mengingat, kondisi pasar yang tak representatif lagi sebagai tempat perputaran ekonomi. Lebih-lebih, setelah insiden kebakaran pada 2017. Karena itu, Pasar Mebel Bukir perlu segera direvitalisasi agar menjadi unggulan Kota Pasuruan. (tom/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Sudah empat tahun insiden kebakaran Pasar Mebel Bukir berlalu. Beberapa kali Pemkot Pasuruan merencanakan revitalisasi pasar tersebut. Namun, upaya itu masih gagal. Kali ini, pemkot kembali merancang revitalisasi pasar yang telah menjadi pusat produk unggulan kota santri ini.

Selama ini, keterbatasan anggaran pemerintah menjadi salah satu kendala. Sehingga revitalisasi Pasar Mebel Bukir belum juga terealisasi. Seolah ada angin segar setelah kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu. Pemkot kembali membuka rencana revitalisasi asetnya tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah menyatakan, revitalisasi pasar mebel memang tak bisa dilakukan tahun ini. Sebab, pemkot belum mengalokasikan anggaran dalam APBD 2021. Namun, Disperindag tengah mengupayakan revitalisasi bisa dilakukan pada 2022.

”Rencananya Pasar Mebel Bukir akan direvitalisasi tahun depan. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” katanya.

Yanuar menjelaskan, anggaran untuk revitalisasi pasar itu direncanakan tidak bersumber dari APBD Kota Pasuruan. Tetapi, lobi ke Provinsi Jawa Timur. Pemkot memang meminta bantuan pemprov untuk merevitalisasi pasar tersebut. Jumlahnya telah dihitung.

”Kami usulkan Rp5 miliar,” kata Yanuar.

Bila usul itu diterima, paling tidak revitalisasi pasar mebel bisa dikerjakan tahun depan. Menurut Yanuar, revitalisasi pasar itu memang perlu. Mengingat, kondisi pasar yang tak representatif lagi sebagai tempat perputaran ekonomi. Lebih-lebih, setelah insiden kebakaran pada 2017. Karena itu, Pasar Mebel Bukir perlu segera direvitalisasi agar menjadi unggulan Kota Pasuruan. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/