alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Puskesmas Ngempit Ubah Pola Pikir soal Vaksinasi

KRATON, Radar Bromo – Pandemi yang nyaris memasuki tahun kedua, masih menjadi masalah kesehatan. Apalagi, kasus positif kian bertambah. Tak terkecuali di Kabupaten Pasuruan. Belum lagi adanya varian baru (Delta), yang mudah menyebar.

Hal ini yang mendasari Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk melakukan percepatan penanganan Covid-19 dengan disiplin penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), 3T (tracing, testing, treatment), vaksinasi dan pemberlakuan PPKM Mikro. Termasuk vaksinasi.

Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19. Vaksin diharapkan menjadi antibodi tambahan untuk melawan virus. Nah, Puskesmas Ngempit yang merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan, juga melakukan vaksinasi kepada masyarakat dengan dibantu oleh lintas sektor.

“Masyarakat yang dilayani tidak hanya berasal dari wilayah Puskesmas Ngempit saja namun juga wilayah lain di Kabupaten Pasuruan. Hingga sampai sekarang, Puskesmas Ngempit sudah melakukan vaksinasi sejumlah kurang lebih 2.800 orang,” beber Pantja Kentjana, Kepala Puskesmas Ngempit

Kecenderungan yang berkembang saat ini adalah masyarakat mau vaksin karena alasan bantuan sosial. Atau agar dapat melakukan perjalanan antar wilayah. Masyarakat merasa takut bila tidak vaksin, tidak akan menerima lagi bantuan sosial dari Pemerintah ataupun tidak bisa bepergian. Padahal tujuan vaksinasi bukanlah seperti itu tetapi lebih kepada kekebalan tubuh.

“Pola pikir inilah yang selalu kami sosialisasikan kepada masyarakat. Bila masyarakat sudah divaksin dan patuh akan protokol kesehatan, tentu saja pandemi Covid-19 bisa terkedali,” terang Pantja Kentjana. (riz/fun)

KRATON, Radar Bromo – Pandemi yang nyaris memasuki tahun kedua, masih menjadi masalah kesehatan. Apalagi, kasus positif kian bertambah. Tak terkecuali di Kabupaten Pasuruan. Belum lagi adanya varian baru (Delta), yang mudah menyebar.

Hal ini yang mendasari Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk melakukan percepatan penanganan Covid-19 dengan disiplin penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), 3T (tracing, testing, treatment), vaksinasi dan pemberlakuan PPKM Mikro. Termasuk vaksinasi.

Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan Covid-19. Vaksin diharapkan menjadi antibodi tambahan untuk melawan virus. Nah, Puskesmas Ngempit yang merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan, juga melakukan vaksinasi kepada masyarakat dengan dibantu oleh lintas sektor.

“Masyarakat yang dilayani tidak hanya berasal dari wilayah Puskesmas Ngempit saja namun juga wilayah lain di Kabupaten Pasuruan. Hingga sampai sekarang, Puskesmas Ngempit sudah melakukan vaksinasi sejumlah kurang lebih 2.800 orang,” beber Pantja Kentjana, Kepala Puskesmas Ngempit

Kecenderungan yang berkembang saat ini adalah masyarakat mau vaksin karena alasan bantuan sosial. Atau agar dapat melakukan perjalanan antar wilayah. Masyarakat merasa takut bila tidak vaksin, tidak akan menerima lagi bantuan sosial dari Pemerintah ataupun tidak bisa bepergian. Padahal tujuan vaksinasi bukanlah seperti itu tetapi lebih kepada kekebalan tubuh.

“Pola pikir inilah yang selalu kami sosialisasikan kepada masyarakat. Bila masyarakat sudah divaksin dan patuh akan protokol kesehatan, tentu saja pandemi Covid-19 bisa terkedali,” terang Pantja Kentjana. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/