alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Jemput Paksa Para OTG lalu Dipindah ke Tempat Isolasi Terpusat

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Polisi, TNI, dan tim medis menjemput warga Kota Pasuruan yang terkonfirmasi sebagai orang tanpa gejala (OTG). Mereka dijemput dari rumah masing-masing untuk menjalani isolasi terpusat (isoter). Isolasi mandiri dinilai tidak efektif.

Penjemputan berlangsung Senin (27/7). Ada delapan OTG. Masing-masing 5 orang dari Kecamatan Bugul Kidul, 2 orang dari Kecamatan Purworejo, dan 1 orang dari Kecamatan Gadingrejo. Mereka dibawa ke lokasi isoter di Hotel Semeru.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman menyatakan, sejak isoter diterapkan, petugas menjemput warga yang terkonfirmasi positif. Warga yang menolak akan dijemput paksa. ”Tadi (kemarin, Red) personel kami menjemput lima orang dan membawa mereka isoter ke Hotel Semeru,” ungkapnya.

Arman menjelaskan, masyarakat yang terkonfirmasi positif dan tanpa gejala tidak diizinkan melakukan isolasi mandiri. Itu keputusan pemerintah berdasar hasil evaluasi. Sebab, isolasi mandiri tidak efektif. Ditambah lagi, peningkatan kasus didominasi oleh klaster keluarga.

Selain itu, pengawasan juga akan lebih mudah jika isolasi dilakukan terpusat. Jika ada warga yang menolak menjalani isoter, petugas akan menjemput paksa. Tapi, tetap dengan standar protokol kesehatan.

”Ini wajib. Begitu terkonfirmasi positif, mereka harus menjalani isoter yang sudah disiapkan pemerintah,” ujarnya. Dia mengimbau warga agar menaati segala peraturan pemerintah pusat maupun daerah. Dia beralasan keputusan itu untuk kebaikan bersama. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Polisi, TNI, dan tim medis menjemput warga Kota Pasuruan yang terkonfirmasi sebagai orang tanpa gejala (OTG). Mereka dijemput dari rumah masing-masing untuk menjalani isolasi terpusat (isoter). Isolasi mandiri dinilai tidak efektif.

Penjemputan berlangsung Senin (27/7). Ada delapan OTG. Masing-masing 5 orang dari Kecamatan Bugul Kidul, 2 orang dari Kecamatan Purworejo, dan 1 orang dari Kecamatan Gadingrejo. Mereka dibawa ke lokasi isoter di Hotel Semeru.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman menyatakan, sejak isoter diterapkan, petugas menjemput warga yang terkonfirmasi positif. Warga yang menolak akan dijemput paksa. ”Tadi (kemarin, Red) personel kami menjemput lima orang dan membawa mereka isoter ke Hotel Semeru,” ungkapnya.

Arman menjelaskan, masyarakat yang terkonfirmasi positif dan tanpa gejala tidak diizinkan melakukan isolasi mandiri. Itu keputusan pemerintah berdasar hasil evaluasi. Sebab, isolasi mandiri tidak efektif. Ditambah lagi, peningkatan kasus didominasi oleh klaster keluarga.

Selain itu, pengawasan juga akan lebih mudah jika isolasi dilakukan terpusat. Jika ada warga yang menolak menjalani isoter, petugas akan menjemput paksa. Tapi, tetap dengan standar protokol kesehatan.

”Ini wajib. Begitu terkonfirmasi positif, mereka harus menjalani isoter yang sudah disiapkan pemerintah,” ujarnya. Dia mengimbau warga agar menaati segala peraturan pemerintah pusat maupun daerah. Dia beralasan keputusan itu untuk kebaikan bersama. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/