alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Soal Perombakan AKD, Fraksi PKB Ajak Berpolitik secara Dewasa

PASURUAN, Radar Bromo- Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail M. Hasan kembali menegaskan bahwa semua usulan fraksi sudah diakomodasi di masing-masing AKD. Sedangkan, porsi pimpinan AKD ditentukan oleh setiap anggota di masing-masing komisi.

”Itu kan ditentukan di komisi, mau menunjuk siapa yang jadi pimpinan AKD. Ya cuma kebetulan saja PKB ada. Yang lain (fraksi nonkoalisi) ada,” kata legislator yang juga ketua DPC PKB Kota Pasuruan tersebut.

Ismail menilai, perombakan AKD kali ini sudah proporsional. Dia menyinggung posisi Fraksi PKB pada awal periode yang juga tidak mendapat jatah pimpinan AKD. ”Kemarin kami juga biasa. Nyantai saja kok. Tidak merasa ditinggal juga. Tetap bekerja menjalankan fungsi DPRD. Kalau memang program pemerintah baik ya didukung. Kalau dinilai kurang tepat ya diberi masukan,” jelasnya.

Ditanya soal keutuhan koalisi pilwali, menurut Ismail, hal itu semestinya sudah selesai begitu pesta demokrasi berakhir. Ismail berpendapat ada tanggung jawab yang lebih besar yang memerlukan komitmen bersama saat ini. Yakni, membangun Kota Pasuruan.

”Sekarang kalau mau ngomong koalisi pilkada, sudahlah, selesai. Kalau bicara komitmen, ada tanggung jawab yang lebih besar untuk membangun Kota Pasuruan,” katanya.

Karena itu, tambah Ismail, fraksi di DPRD juga harus mencair. Tidak mungkin terus terkotak-kotak dengan embel-embel pilwali. ”Semuanya perlu bareng-bareng,” bebernya.

Dia mengajak semua pihak untuk belajar berpolitik secara dewasa. PKB juga terus belajar berpolitik secara dewasa. ”Harus ditanggapi secara dewasa. Seperti kemarin, mungkin kader PKB dianggap belum layak atau mampu, makanya tidak dipilih jadi pimpinan AKD. Nah, kemudian dipilih, berarti kan sudah mendapat kepercayaan,” pungkasnya. (tom/far)

PASURUAN, Radar Bromo- Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail M. Hasan kembali menegaskan bahwa semua usulan fraksi sudah diakomodasi di masing-masing AKD. Sedangkan, porsi pimpinan AKD ditentukan oleh setiap anggota di masing-masing komisi.

”Itu kan ditentukan di komisi, mau menunjuk siapa yang jadi pimpinan AKD. Ya cuma kebetulan saja PKB ada. Yang lain (fraksi nonkoalisi) ada,” kata legislator yang juga ketua DPC PKB Kota Pasuruan tersebut.

Ismail menilai, perombakan AKD kali ini sudah proporsional. Dia menyinggung posisi Fraksi PKB pada awal periode yang juga tidak mendapat jatah pimpinan AKD. ”Kemarin kami juga biasa. Nyantai saja kok. Tidak merasa ditinggal juga. Tetap bekerja menjalankan fungsi DPRD. Kalau memang program pemerintah baik ya didukung. Kalau dinilai kurang tepat ya diberi masukan,” jelasnya.

Ditanya soal keutuhan koalisi pilwali, menurut Ismail, hal itu semestinya sudah selesai begitu pesta demokrasi berakhir. Ismail berpendapat ada tanggung jawab yang lebih besar yang memerlukan komitmen bersama saat ini. Yakni, membangun Kota Pasuruan.

”Sekarang kalau mau ngomong koalisi pilkada, sudahlah, selesai. Kalau bicara komitmen, ada tanggung jawab yang lebih besar untuk membangun Kota Pasuruan,” katanya.

Karena itu, tambah Ismail, fraksi di DPRD juga harus mencair. Tidak mungkin terus terkotak-kotak dengan embel-embel pilwali. ”Semuanya perlu bareng-bareng,” bebernya.

Dia mengajak semua pihak untuk belajar berpolitik secara dewasa. PKB juga terus belajar berpolitik secara dewasa. ”Harus ditanggapi secara dewasa. Seperti kemarin, mungkin kader PKB dianggap belum layak atau mampu, makanya tidak dipilih jadi pimpinan AKD. Nah, kemudian dipilih, berarti kan sudah mendapat kepercayaan,” pungkasnya. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/