alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Kota Pasuruan Belum Bebas dari Kawasan Kumuh

PASURUAN, Radar Bromo – Kota Pasuruan belum terbebas dari kawasan kumuh. Hingga saat ini, kawasan kumuh masih ditemui di tujuh kelurahan. Luasnya mencapai 58,08 hektare.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Dyah Ermitasari mengatakan, pemkot terus berupaya mengentaskan kawasan kumuh itu. Setiap tahun upaya dilakukan. Tujuannya agar tidak ada lagi kawasan yang masuk kategori kumuh di wilayah Kota Pasuruan.

”Tahun ini pengentasan kawasan kumuh juga dilaksanakan melalui program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku,” ungkapnya.

Di mana saja kawasan kumuh itu? Mita, sapaan Ermitasari, menyebutkan tujuh kawasan. Masing-masing ada di Kelurahan Bugul Lor, Kebonsari, Ngemplakrejo, Panggungrejo, Tambaan, Trajeng, serta Gadingrejo. ”Target pengentasan kawasan kumuh tahun ini kami harapkan bisa mencapai 52,96 persen,” kata Mita.

Dia menyebutkan, wilayah yang tahun ini ditargetkan bebas dari kawasan kumuh seluas 30,76 hektare. Meliputi Kelurahan Gadingrejo seluas 17,19 hektare, Kebonsari (9,21 hektare), dan Tambaan (4,36 hektare). Apabila program itu terlaksana, sisa kawasan kumuh tinggal 27,32 hektare.

Penanganan kawasan kumuh ditunjang dengan ketersediaan beberapa sarana dan prasarana. Jadi, melalui beberapa program yang berkaitan dengan sarpras di kelurahan. Di antaranya, merehab drainase dan jalan lingkungan, memastikan sanitasi berfungsi baik, persediaan distribusi air, dan pengelolaan sampah. ”Misalnya ada pengelolaan yang kurang bagus sampah dalam satu RT, nantinya dibuatkan TPS (tempat penampungan sementara) sampah,” tandasnya. (tom/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Kota Pasuruan belum terbebas dari kawasan kumuh. Hingga saat ini, kawasan kumuh masih ditemui di tujuh kelurahan. Luasnya mencapai 58,08 hektare.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Dyah Ermitasari mengatakan, pemkot terus berupaya mengentaskan kawasan kumuh itu. Setiap tahun upaya dilakukan. Tujuannya agar tidak ada lagi kawasan yang masuk kategori kumuh di wilayah Kota Pasuruan.

”Tahun ini pengentasan kawasan kumuh juga dilaksanakan melalui program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku,” ungkapnya.

Di mana saja kawasan kumuh itu? Mita, sapaan Ermitasari, menyebutkan tujuh kawasan. Masing-masing ada di Kelurahan Bugul Lor, Kebonsari, Ngemplakrejo, Panggungrejo, Tambaan, Trajeng, serta Gadingrejo. ”Target pengentasan kawasan kumuh tahun ini kami harapkan bisa mencapai 52,96 persen,” kata Mita.

Dia menyebutkan, wilayah yang tahun ini ditargetkan bebas dari kawasan kumuh seluas 30,76 hektare. Meliputi Kelurahan Gadingrejo seluas 17,19 hektare, Kebonsari (9,21 hektare), dan Tambaan (4,36 hektare). Apabila program itu terlaksana, sisa kawasan kumuh tinggal 27,32 hektare.

Penanganan kawasan kumuh ditunjang dengan ketersediaan beberapa sarana dan prasarana. Jadi, melalui beberapa program yang berkaitan dengan sarpras di kelurahan. Di antaranya, merehab drainase dan jalan lingkungan, memastikan sanitasi berfungsi baik, persediaan distribusi air, dan pengelolaan sampah. ”Misalnya ada pengelolaan yang kurang bagus sampah dalam satu RT, nantinya dibuatkan TPS (tempat penampungan sementara) sampah,” tandasnya. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/