alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Bahu Jalan yang Longsor di Tanjung Arum-Sukorejo Mulai Dibangun

SUKOREJO, Radar Bromo – Bahu jalan yang longsor di Desa Tanjung Arum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mulai dibangun. Bahu jalan yang longsor pada Februari itu, kini dibangun plengsengan.

Pembangunan dilakukan dengan tinggi sekitar 8,5 meter dan lebar 20 meter. Tepat di atas sungai.

“Bahu jalan yang longsor di tepi jalan kabupaten di Desa Tanjung Arum menjadi atensi sekaligus prioritas kami. Saat ini bahu jalan yang longsor itu sudah dibangun sejak sekitar dua pekan terakhir,” beber kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka.

Anggaran pembangunan plengsengan itu sendiri, dialokasikan dari APBD Kabupaten Pasuruan 2020, melalui pos tanggap darurat. Tim teknis di lapangan lebih dulu survei, sebelum membangun bahu jalan itu.

“Kami bangun plengsengan dari batu kali agar bahu jalannya tidak longsor lagi dan lebih kuat. Sebelumnya tidak ada. Hanya berupa tebing tanah saja,” tuturnya.

Bahu jalan itu sendiri, longsor imbas intensitas hujan tinggi pada Februari lalu. Akibat kejadian tersebut, kendaraan yang melintas di ruas jalan jurusan Jetak–Dayurejo ini harus bergantian. Sebab, sebagian badan jalan ikut tergerus atau longsor. (zal/hn/fun)

SUKOREJO, Radar Bromo – Bahu jalan yang longsor di Desa Tanjung Arum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mulai dibangun. Bahu jalan yang longsor pada Februari itu, kini dibangun plengsengan.

Pembangunan dilakukan dengan tinggi sekitar 8,5 meter dan lebar 20 meter. Tepat di atas sungai.

“Bahu jalan yang longsor di tepi jalan kabupaten di Desa Tanjung Arum menjadi atensi sekaligus prioritas kami. Saat ini bahu jalan yang longsor itu sudah dibangun sejak sekitar dua pekan terakhir,” beber kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka.

Anggaran pembangunan plengsengan itu sendiri, dialokasikan dari APBD Kabupaten Pasuruan 2020, melalui pos tanggap darurat. Tim teknis di lapangan lebih dulu survei, sebelum membangun bahu jalan itu.

“Kami bangun plengsengan dari batu kali agar bahu jalannya tidak longsor lagi dan lebih kuat. Sebelumnya tidak ada. Hanya berupa tebing tanah saja,” tuturnya.

Bahu jalan itu sendiri, longsor imbas intensitas hujan tinggi pada Februari lalu. Akibat kejadian tersebut, kendaraan yang melintas di ruas jalan jurusan Jetak–Dayurejo ini harus bergantian. Sebab, sebagian badan jalan ikut tergerus atau longsor. (zal/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/