alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Jumlah Guru di Kab Pasuruan Bertambah, Anggaran Membengkak

BANGIL, Radar Bromo– Penambahan tenaga guru honorer di lingkungan Dispendik Kabupaten Pasuruan, mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Pasuruan. Sebabnya, penambahan tenaga honorer tersebut membuat anggaran insentif untuk mereka membengkak.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Tri Laksono Adi menegaskan, pihaknya menemukan kejanggalan pada penganggaran insentif guru honorer di lingkungan Dispendik. Dalam rapat sebelum pengesahan APBD 2020 Kabupaten Pasururan, ada 3.504 guru honorer yang mendapat insentif sebesar Rp 400 ribu dari Pemkab Pasuruan.

Dengan jumlah tersebut, Pemkab Pasuruan mengalokasikan setidaknya Rp 17 miliar untuk membayar insentif guru-guru tersebut sepanjang tahun 2020.

Namun, dalam perkembangannya jumlah itu membengkak. Insentif guru honoret tidak lagi Rp 17 miliar. Tetapi mencapai Rp 22 miliar.

Padahal, dari 3.504 guru honoret itu ada yang lolos PNS. Total 134 orang lolos PNS. “Artinya kan insentif untuk guru sukwan tersebut berkurang. Tapi ini malah membengkak,” sampainya.

Ia pun mendapatkan data berbeda dari Dispendik Kabupaten Pasuruan. Dari Dispendik diketahui, jumlah guru honorer ternyata bukan lagi 3.370 orang setelah dikurangi mereka yang menjadi PNS. Tetapi membengkak hingga 3.875 orang.

Artinya, ada penambahan kurang lebih 505 orang guru honorer. Penambahan jumlha guru honorer ini membuat anggaran insentif bertambah.

“Padahal yang kami anggarkan hanya untuk 3.504 orang. Tapi, kemudian menjadi 3.875 orang. Apa memang ada tenaga honorer baru atau bagaimana? Dan ini dari mana sumber anggaran insentifnya?” sambung dia.

Menurut Tri Laksono, penambahan anggaran insentif tersebut memang sudah terjawab. Dari yang semula Rp 17 miliar menjadi Rp 22 miliar. Kekurangan anggaran yang dibahas tahun 2019 itu, diketahui dibayarkan dari pergeseran-pergeseran keuangan. Seperti pembayaran air ataupun listrik.

“Kami baru tahu saat hearing. Tapi, yang untuk penambahan honorernya belum terjawab. Apa honorer baru atau honorer lama yang dimasukkan ke dalam data tersebut,” timpalnya.

Plt Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan, Akhmad Khasani belum bisa membeberkan jauh terkait membengkaknya jumlah guru honorer di lingkungan Dispendik tersebut. Ia meyakinkan, masih akan menelusuri terlebih dahulu pola rekrutmen seperti apa. Sehingga, bisa ada titik temu berkaitan dengan persoalan tersebut.

“Kalau untuk penambahan anggarannya, berasal dari pergeseran anggaran. Baik listrik ataupun pergeseran lain. Tapi untuk beda data jumlah guru sukwan, kami akan menelusuri terlebih dahulu. Apa ada rekrutmen atau bagaimana. Dan pola rekrutmennya seperti apa,” bebernya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU