alexametrics
24.7 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Mulai Lengah, Banyak Warga Tak Pakai Masker

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Belum lama Kota Pasuruan masuk PPKM Level 1 sejak Selasa (19/10). Warga Kota Santri ini mulai lengah. Mereka tidak mengenakan masker saat berkendara di jalanan.

Kondisi itu terlihat dalam operasi yustisi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kebonsari, Selasa pagi (26/10). Personel gabungan dari Satpol PP Kota Pasuruan dan Polres Pasuruan Kota memergoki pengguna roda dua yang tidak bermasker.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengingatkan, Kota Pasuruan saat ini memang sudah level satu. Namun, operasi yustisi tetap berjalan. Sebab, satgas tidak ingin masyarakat lengah hanya karena pandemi di Kota Pasuruan mulai terkendali.

“Masih jalan. Kami berharap masyarakat tetap patuh prokes. Pandemi belum berakhir,” ungkapnya.

Kokoh menjelaskan, dalam operasi yustisi beberapa hari ini, satgas memang menemukan masyarakat yang melanggar. Sebagian besar mereka berada di jalan, seperti roda dua dan roda empat. Adapun tempat usaha sudah cukup baik. Patuh pada prokes dan aturan PPKM.

Rata-rata pelanggaran ini disebabkan mereka menganggap kasus Covid-19 yang sudah turun. Anggapan itu perlu diantisipasi oleh satgas secara rutin. Sebab, jangan sampai terjadi gelombang tiga peningkatan kasus Covid-19 karena kelengahan masyarakat.

“Kami peringatkan bagi yang melanggar. Terkadang bawa masker, tapi tidak dipakai. Atau, cuma dipasang di telinga,” terang Kokoh. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Belum lama Kota Pasuruan masuk PPKM Level 1 sejak Selasa (19/10). Warga Kota Santri ini mulai lengah. Mereka tidak mengenakan masker saat berkendara di jalanan.

Kondisi itu terlihat dalam operasi yustisi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kebonsari, Selasa pagi (26/10). Personel gabungan dari Satpol PP Kota Pasuruan dan Polres Pasuruan Kota memergoki pengguna roda dua yang tidak bermasker.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengingatkan, Kota Pasuruan saat ini memang sudah level satu. Namun, operasi yustisi tetap berjalan. Sebab, satgas tidak ingin masyarakat lengah hanya karena pandemi di Kota Pasuruan mulai terkendali.

“Masih jalan. Kami berharap masyarakat tetap patuh prokes. Pandemi belum berakhir,” ungkapnya.

Kokoh menjelaskan, dalam operasi yustisi beberapa hari ini, satgas memang menemukan masyarakat yang melanggar. Sebagian besar mereka berada di jalan, seperti roda dua dan roda empat. Adapun tempat usaha sudah cukup baik. Patuh pada prokes dan aturan PPKM.

Rata-rata pelanggaran ini disebabkan mereka menganggap kasus Covid-19 yang sudah turun. Anggapan itu perlu diantisipasi oleh satgas secara rutin. Sebab, jangan sampai terjadi gelombang tiga peningkatan kasus Covid-19 karena kelengahan masyarakat.

“Kami peringatkan bagi yang melanggar. Terkadang bawa masker, tapi tidak dipakai. Atau, cuma dipasang di telinga,” terang Kokoh. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/