alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

256 Truk Masuk Kota Pasuruan Kena Tilang

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sopir-sopir truk masih bandel. Mereka masih juga menerjang larangan aturan masuk ke dalam kota. Padahal, sudah banyak kendaraan dan pengemudinya yang ditilang. Tercatat sejak Juli hingga Oktober ini, 256 truk terjaring operasi.

Satlantas Polres Pasuruan Kota menyatakan, saat awal penindakan masih ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). KBO Satlantas Polres Pasuruan Kota Ipda Rio Sagita menyatakan, jumlah truk yang ditindak memang naik. Itu terjadi karena dampak Kota Pasuruan memberlakukan sejumlah penyekatan di siang dan malam hari. Nah, kondisi itu membuat sopir truk takut. Mereka memilih lewat jalan tol saja.

Namun, saat ini, penyekatan sedikit mengendur karena Kota Pasuruan sudah turun masuk level satu. Imbasnya, banyak truk nekat masuk langsung ke dalam kota lewat persimpangan Blandongan. ”Setelah sedikit mengendur, banyak yang bandel,” ujarnya.

Salah satu sopir truk yang terjaring operasi, Arifin, mengaku tahu aturan larangan masuk kota. Namun, dia tetap nekat untuk menghemat waktu. Perjalanan lewat jalur lingkar selatan (JLS) cenderung berkelok. Perlu waktu lebih lama. Dia akhirnya kena tindak petugas di Jalan Balaikota, Panggungrejo,

”Iya tahu kalau ada rambu larangan truk masuk kota. Cuma saya ingin lebih cepat. Ternyata kena tilang,” kata warga Banyuwangi itu.

Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Yudhiyono menyatakan, operasi serupa dilakukan setiap dini hari. Sopir truk tidak hanya ditilang, tapi juga diberi sosialisasi secara humanis saat penindakan. Kelas jalan di dalam kota tidak untuk dilalui truk.

“Simpang Blandongan sudah ada water barrier sebagai rambu bagi truk. Cuma mereka bandel,” pungkas Yudhiyono. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sopir-sopir truk masih bandel. Mereka masih juga menerjang larangan aturan masuk ke dalam kota. Padahal, sudah banyak kendaraan dan pengemudinya yang ditilang. Tercatat sejak Juli hingga Oktober ini, 256 truk terjaring operasi.

Satlantas Polres Pasuruan Kota menyatakan, saat awal penindakan masih ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). KBO Satlantas Polres Pasuruan Kota Ipda Rio Sagita menyatakan, jumlah truk yang ditindak memang naik. Itu terjadi karena dampak Kota Pasuruan memberlakukan sejumlah penyekatan di siang dan malam hari. Nah, kondisi itu membuat sopir truk takut. Mereka memilih lewat jalan tol saja.

Namun, saat ini, penyekatan sedikit mengendur karena Kota Pasuruan sudah turun masuk level satu. Imbasnya, banyak truk nekat masuk langsung ke dalam kota lewat persimpangan Blandongan. ”Setelah sedikit mengendur, banyak yang bandel,” ujarnya.

Salah satu sopir truk yang terjaring operasi, Arifin, mengaku tahu aturan larangan masuk kota. Namun, dia tetap nekat untuk menghemat waktu. Perjalanan lewat jalur lingkar selatan (JLS) cenderung berkelok. Perlu waktu lebih lama. Dia akhirnya kena tindak petugas di Jalan Balaikota, Panggungrejo,

”Iya tahu kalau ada rambu larangan truk masuk kota. Cuma saya ingin lebih cepat. Ternyata kena tilang,” kata warga Banyuwangi itu.

Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Yudhiyono menyatakan, operasi serupa dilakukan setiap dini hari. Sopir truk tidak hanya ditilang, tapi juga diberi sosialisasi secara humanis saat penindakan. Kelas jalan di dalam kota tidak untuk dilalui truk.

“Simpang Blandongan sudah ada water barrier sebagai rambu bagi truk. Cuma mereka bandel,” pungkas Yudhiyono. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/