alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Kota Pasuruan Sedang Hadapi Lonjakan Covid-19, Begini Kata Gus Ipul..

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Vaksinasi baru akan mulai pukul 08.00, Sabtu (26/6). Namun, belum sampai pukul 07.00, ribuan warga sudah berbondong-bondong datang ke Stadion Untung Soeropati untuk mengantre divaksin. Mereka antusias.

Vaksinasi itu merupakan salah satu upaya Satgas Penanganan Covid 19 Kota Pasuruan untuk menekan penyebaran Covid-19. Target vaksinasi secara nasional 1 juta orang setiap hari. Di Kota Pasuruan kemarin disiapkan 2.500 vaksin.

Sambil menunggu giliran divaksin, ribuan warga dihibur oleh teatrikal superhero yang sedang melawan monster Covid. Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf terlihat hadir di tengah masyarakat. Dia menyapa ramah warga. Dengan memakai masker, Gus Ipul (sapaan Saifullah) menuntun seorang lansia menuju meja petugas vaksinasi.

Gus Ipul menyatakan, Pemkot Pasuruan sangat mengapresiasi program vaksin gratis dari Polri. Ternyata masyarakat sangat antusias. Buktinya, dari 2.500 vaksin yang disiapkan, ada 2.300 hingga 2.400 warga yang mendaftar untuk divaksin.

Pemkot pun, lanjut dia, siap menindaklanjutinya dengan vaksinasi buat para lansia. Capaiannya sekarang baru 60 persen. Akhir Juni ini ditarget bisa lebih dari 90 persen.

Seperti beberapa daerah lain, Kota Pasuruan juga tengah menghadapi lonjakan kasus konfirmasi positif. Ada klaster ziarah dan klaster perkantoran. Sekitar 27 orang terpapar Covid-19 di beberapa dinas dan DPRD Kota Pasuruan.

Total hingga saat ini ada 1.700 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Dan, 130 di antaranya merupakan kasus aktif. Bahkan, tempat karantina milik Pemkot pun hampir penuh. Sebab, kapasitas karantina sekitar 120 orang.

Pemkot berencana menambah tempat karantina dengan menyewa kamar di Hotel Semeru. Untuk warga, diberikan izin isolasi mandiri dengan diawasi oleh RT dan RW setempat. Sudah sepekan ini, pemkot memberlakukan lagi pembatasan jam kerja bagi ASN di Kota Pasuruan. Dari pukul 07.30 hingga 13.30. Ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami sangat waspada dengan memberlakukan penyekatan di 17 titik,” tambah Gus Ipul.

Masyarakat yang mengalami gejala berat dibawa ke rumah sakit. Namun, yang tidak bergejala atau merasakan gejala ringan dikarantina. ”Namun, ada yang patut diingat. Meski telah divaksin, masyarakat harus tetap hati hati. Harus tetap pakai masker dan hindari kerumunan,” tuturnya. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Vaksinasi baru akan mulai pukul 08.00, Sabtu (26/6). Namun, belum sampai pukul 07.00, ribuan warga sudah berbondong-bondong datang ke Stadion Untung Soeropati untuk mengantre divaksin. Mereka antusias.

Vaksinasi itu merupakan salah satu upaya Satgas Penanganan Covid 19 Kota Pasuruan untuk menekan penyebaran Covid-19. Target vaksinasi secara nasional 1 juta orang setiap hari. Di Kota Pasuruan kemarin disiapkan 2.500 vaksin.

Sambil menunggu giliran divaksin, ribuan warga dihibur oleh teatrikal superhero yang sedang melawan monster Covid. Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf terlihat hadir di tengah masyarakat. Dia menyapa ramah warga. Dengan memakai masker, Gus Ipul (sapaan Saifullah) menuntun seorang lansia menuju meja petugas vaksinasi.

Gus Ipul menyatakan, Pemkot Pasuruan sangat mengapresiasi program vaksin gratis dari Polri. Ternyata masyarakat sangat antusias. Buktinya, dari 2.500 vaksin yang disiapkan, ada 2.300 hingga 2.400 warga yang mendaftar untuk divaksin.

Pemkot pun, lanjut dia, siap menindaklanjutinya dengan vaksinasi buat para lansia. Capaiannya sekarang baru 60 persen. Akhir Juni ini ditarget bisa lebih dari 90 persen.

Seperti beberapa daerah lain, Kota Pasuruan juga tengah menghadapi lonjakan kasus konfirmasi positif. Ada klaster ziarah dan klaster perkantoran. Sekitar 27 orang terpapar Covid-19 di beberapa dinas dan DPRD Kota Pasuruan.

Total hingga saat ini ada 1.700 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Dan, 130 di antaranya merupakan kasus aktif. Bahkan, tempat karantina milik Pemkot pun hampir penuh. Sebab, kapasitas karantina sekitar 120 orang.

Pemkot berencana menambah tempat karantina dengan menyewa kamar di Hotel Semeru. Untuk warga, diberikan izin isolasi mandiri dengan diawasi oleh RT dan RW setempat. Sudah sepekan ini, pemkot memberlakukan lagi pembatasan jam kerja bagi ASN di Kota Pasuruan. Dari pukul 07.30 hingga 13.30. Ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami sangat waspada dengan memberlakukan penyekatan di 17 titik,” tambah Gus Ipul.

Masyarakat yang mengalami gejala berat dibawa ke rumah sakit. Namun, yang tidak bergejala atau merasakan gejala ringan dikarantina. ”Namun, ada yang patut diingat. Meski telah divaksin, masyarakat harus tetap hati hati. Harus tetap pakai masker dan hindari kerumunan,” tuturnya. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/