alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Puskesmas Raci Kerahkan Kader Gemas Darling untuk Cegah DBD

BANGIL, Radar Bromo – Tiap kali musim hujan, Demam Berdarah Dengue (DBD) kerap menghantui masyarakat. Apalagi penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus ini bisa menimbulkan kematian.

Kejadian DBD jika tidak dikendalikan dengan baik akan berpotensi menjadi KLB dan kemungkinan akan menimbulkan wabah. Kejadian DBD akan berdampak pada peningkatan kesakitan serta kematian yang dapat menimbulkan KLB dan memungkinkan untuk menimbulkan wabah. Terutama pada saat kondisi pancaroba seperti saat ini.

Saat ini masih di era pandemi dan juga memasuki musim pancaroba, menurut kepala Puskesmas Raci drg. Achmad Afifuddin, perlu adanya pendekatan kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan. “Agar tidak ada lonjakan kasus DBD, maka dari itu kami menunjang dengan kegiatan pemantauan jentik berkala oleh kader Gemas Darling,” beber Achmad Afifuddin.

Pemantauan jentik didampingi pemegang program DBD yang dilakukan rutin setiap bulan. Sasarannya mengunjungi masing-masing rumah. Bukan hanya pemantauan saja. “Jika ditemukan jentik, maka diberikan konseling hingga sosialisasi tentang pencegahan kasus DBD dan PSN yang harus dilakukan di rumah,” beber Achmad Afifuddin.

Dalam mendukung program jumantik dari puskesmas dibutuhkan juga dukungan dari lintas sector. Supaya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dapat optimal. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Tiap kali musim hujan, Demam Berdarah Dengue (DBD) kerap menghantui masyarakat. Apalagi penyakit yang disebabkan oleh virus dengue melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus ini bisa menimbulkan kematian.

Kejadian DBD jika tidak dikendalikan dengan baik akan berpotensi menjadi KLB dan kemungkinan akan menimbulkan wabah. Kejadian DBD akan berdampak pada peningkatan kesakitan serta kematian yang dapat menimbulkan KLB dan memungkinkan untuk menimbulkan wabah. Terutama pada saat kondisi pancaroba seperti saat ini.

Saat ini masih di era pandemi dan juga memasuki musim pancaroba, menurut kepala Puskesmas Raci drg. Achmad Afifuddin, perlu adanya pendekatan kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan. “Agar tidak ada lonjakan kasus DBD, maka dari itu kami menunjang dengan kegiatan pemantauan jentik berkala oleh kader Gemas Darling,” beber Achmad Afifuddin.

Pemantauan jentik didampingi pemegang program DBD yang dilakukan rutin setiap bulan. Sasarannya mengunjungi masing-masing rumah. Bukan hanya pemantauan saja. “Jika ditemukan jentik, maka diberikan konseling hingga sosialisasi tentang pencegahan kasus DBD dan PSN yang harus dilakukan di rumah,” beber Achmad Afifuddin.

Dalam mendukung program jumantik dari puskesmas dibutuhkan juga dukungan dari lintas sector. Supaya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat dapat optimal. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/