alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Langgar Lalu Lintas di Pasuruan, Motor Diberi Tanda Janur

PASURUAN, Radar Bromo – Masuk musim mudik, Satlantas Polres Pasuruan Kota mengadakan operasi penertiban. Razia dilakukan secara persuasif. Mereka yang terjaring operasi karena melanggar tidak ditilang, tetapi diberi janur.

Ada 30 kendaraan yang terkena razia menjelang Lebaran ini. Operasi dilakukan di tiga lokasi berbeda. Di depan kantor satlantas, ada 6 kendaraan yang terjaring razia. Di depan Pos Terpadu Pasar Besar, 14 kendaraan terjaring. Kemudian, di depan Pos Pelayanan Alun-Alun Kota, ada 10 kendaraan terkena razia.

Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Yudiono mengatakan, razia ini merupakan tindakan preventif. Tujuannya, masyarakat lebih tertib lagi dalam berkendara. Yang ditekankan adalah keselamatan berkendara. Sebab, menjelang hari raya ini, arus lalin semakin padat. ”Rawan terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Jadi, pengendara harus mematuhi prosedur keselamatan. Memakai helm untuk pengendara sepeda motor. Tidak menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut orang. Itu penting. ”Jadi, kami mengimbau masyarakat untuk selalu mementingkan keselamatan saat di jalan,” ungkapnya.

Semua pelanggar tidak ditilang. Mereka diimbau tidak melakukan pelanggaran lagi dan diberi tanda janur ke pada kendaraan yang kedapatan melanggar. ”Ini untuk mengingatkan masyarakat kepada pelanggarannya,” jelas Yudhiono. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Masuk musim mudik, Satlantas Polres Pasuruan Kota mengadakan operasi penertiban. Razia dilakukan secara persuasif. Mereka yang terjaring operasi karena melanggar tidak ditilang, tetapi diberi janur.

Ada 30 kendaraan yang terkena razia menjelang Lebaran ini. Operasi dilakukan di tiga lokasi berbeda. Di depan kantor satlantas, ada 6 kendaraan yang terjaring razia. Di depan Pos Terpadu Pasar Besar, 14 kendaraan terjaring. Kemudian, di depan Pos Pelayanan Alun-Alun Kota, ada 10 kendaraan terkena razia.

Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Yudiono mengatakan, razia ini merupakan tindakan preventif. Tujuannya, masyarakat lebih tertib lagi dalam berkendara. Yang ditekankan adalah keselamatan berkendara. Sebab, menjelang hari raya ini, arus lalin semakin padat. ”Rawan terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Jadi, pengendara harus mematuhi prosedur keselamatan. Memakai helm untuk pengendara sepeda motor. Tidak menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut orang. Itu penting. ”Jadi, kami mengimbau masyarakat untuk selalu mementingkan keselamatan saat di jalan,” ungkapnya.

Semua pelanggar tidak ditilang. Mereka diimbau tidak melakukan pelanggaran lagi dan diberi tanda janur ke pada kendaraan yang kedapatan melanggar. ”Ini untuk mengingatkan masyarakat kepada pelanggarannya,” jelas Yudhiono. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/