alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Bantuan Korban Banjir Pohjentrek Belum Cair

PASURUAN, Radar Bromo – Warga korban banjir yang rumahnya rusak di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, harus sedikit bersabar. Bantuan yang dijanjikan pemerintah ternyata masih diajukan.

Sebelumnya, banjir bandang melanda desa tersebut pada Selasa malam (8/3). Banjir itu merusak jembatan penghubung antardesa. Selain jembatan gantung yang dibangun pada 2017 itu, enam rumah warga juga rusak. Dua di antaranya sangat parah.

Wakil Bupati Pasuruan Abdul Mujib Imron pada Rabu (9/3) mendatangi lokasi. Selain membagikan makanan dan bantuan kedaruratan lain, Wabup juga berjanji bakal memberikan bantuan berupa biaya rehabilitasi rumah yang terdampak. Tentu, nilainya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan tingkat kerusakan. Janji itu, sejauh ini, belum terealisasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris menyatakan telah menghitung kerugian akibat banjir bersama dinas terkait. Angkanya telah diajukan kepada Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.

”Bantuan tersebut sudah kami ajukan. Tinggal menunggu,” katanya.

Harris menambahkan, bantuan yang diberikan bukanlah pengganti semua kerugian. Bantuan itu merupakan stimulan yang sifatnya untuk merehabilitasi semata. Menurut dia, bantuannya diambilkan dari anggaran belanja tak terduga (BTT). Posnya masuk program bantuan sosial tidak terencana. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Warga korban banjir yang rumahnya rusak di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, harus sedikit bersabar. Bantuan yang dijanjikan pemerintah ternyata masih diajukan.

Sebelumnya, banjir bandang melanda desa tersebut pada Selasa malam (8/3). Banjir itu merusak jembatan penghubung antardesa. Selain jembatan gantung yang dibangun pada 2017 itu, enam rumah warga juga rusak. Dua di antaranya sangat parah.

Wakil Bupati Pasuruan Abdul Mujib Imron pada Rabu (9/3) mendatangi lokasi. Selain membagikan makanan dan bantuan kedaruratan lain, Wabup juga berjanji bakal memberikan bantuan berupa biaya rehabilitasi rumah yang terdampak. Tentu, nilainya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan tingkat kerusakan. Janji itu, sejauh ini, belum terealisasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris menyatakan telah menghitung kerugian akibat banjir bersama dinas terkait. Angkanya telah diajukan kepada Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.

”Bantuan tersebut sudah kami ajukan. Tinggal menunggu,” katanya.

Harris menambahkan, bantuan yang diberikan bukanlah pengganti semua kerugian. Bantuan itu merupakan stimulan yang sifatnya untuk merehabilitasi semata. Menurut dia, bantuannya diambilkan dari anggaran belanja tak terduga (BTT). Posnya masuk program bantuan sosial tidak terencana. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/