alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Pilwali Pasuruan Sudah Selesai, KPU Buka Kotak Suara, Untuk Apa?

PURWOREJO, Radar Bromo – Pemilihan kepala daerah memang sudah selesai. Namun, KPU Kota Pasuruan terus memutakhirkan data pemilih. Pemutakhiran dilakukan dengan mengarsipkan sejumlah data dalam Pemilihan Wali Kota 2020. Salah satunya, membuka 357 kotak suara pilwali mulai Jumat (26/3).

Ketua KPU Kota Pasuruan Royce Diana Sari mengatakan, pembukaan kotak suara diperlukan sebagai bahan evaluasi pemilihan serentak. Di samping itu, KPU memerlukan beberapa form di dalam kotak suara untuk sinkronisasi. ”Ada empat item yang dibutuhkan untuk evaluasi dan sinkronisasi data pemilih berkelanjutan,” kata Royce.

Apa saja? Empat form itu, antara lain, daftar hadir pemilih, daftar pemilih pindahan, daftar pemilih tambahan, dan hasil pemilihan. Setiap form itu dipindai, lalu diunggah ke dalam aplikasi Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih).

Royce memperkirakan, pekerjaan itu bisa tuntas dalam tiga hari ke depan. Diharapkan, pemilihan berikutnya bisa menghasilkan data pemilih yang lebih baik. Sehingga, dapat mendongkrak tingkat partisipasi pemilih. ”Estimasi kami, mungkin dalam tiga hari bisa selesai. Karena upload ke Sidalih juga satu per satu,” terangnya.

Surat suara menjadi arsip aktif sejak pemungutan suara hingga prosesi pengambilan sumpah janji calon terpilih. Sebulan setelah pengambilan sumpah janji, surat suara menjadi arsip inaktif. ”Jadi inaktifnya mulai pengambilan sumpah janji sampai hari ini. Tepat sebulan,” katanya. KPU akan mengajukan seluruh surat suara tersebut ke Arsip Nasional RI (ANRI). (tom/far)

PURWOREJO, Radar Bromo – Pemilihan kepala daerah memang sudah selesai. Namun, KPU Kota Pasuruan terus memutakhirkan data pemilih. Pemutakhiran dilakukan dengan mengarsipkan sejumlah data dalam Pemilihan Wali Kota 2020. Salah satunya, membuka 357 kotak suara pilwali mulai Jumat (26/3).

Ketua KPU Kota Pasuruan Royce Diana Sari mengatakan, pembukaan kotak suara diperlukan sebagai bahan evaluasi pemilihan serentak. Di samping itu, KPU memerlukan beberapa form di dalam kotak suara untuk sinkronisasi. ”Ada empat item yang dibutuhkan untuk evaluasi dan sinkronisasi data pemilih berkelanjutan,” kata Royce.

Apa saja? Empat form itu, antara lain, daftar hadir pemilih, daftar pemilih pindahan, daftar pemilih tambahan, dan hasil pemilihan. Setiap form itu dipindai, lalu diunggah ke dalam aplikasi Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih).

Royce memperkirakan, pekerjaan itu bisa tuntas dalam tiga hari ke depan. Diharapkan, pemilihan berikutnya bisa menghasilkan data pemilih yang lebih baik. Sehingga, dapat mendongkrak tingkat partisipasi pemilih. ”Estimasi kami, mungkin dalam tiga hari bisa selesai. Karena upload ke Sidalih juga satu per satu,” terangnya.

Surat suara menjadi arsip aktif sejak pemungutan suara hingga prosesi pengambilan sumpah janji calon terpilih. Sebulan setelah pengambilan sumpah janji, surat suara menjadi arsip inaktif. ”Jadi inaktifnya mulai pengambilan sumpah janji sampai hari ini. Tepat sebulan,” katanya. KPU akan mengajukan seluruh surat suara tersebut ke Arsip Nasional RI (ANRI). (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/